BURUKNYA KONDISI KAUM MUSLIMIN DALAM JERATAN DEMOKRASI - Ahmad Sastra.com

Breaking

Minggu, 01 April 2018

BURUKNYA KONDISI KAUM MUSLIMIN DALAM JERATAN DEMOKRASI





Oleh Ahmad Sastra

BERPECAH BELAH. Saat tiba pemilu, maka tibalah musim perpecahan di antara kaum muslimin. Bahkan tak jarang suami istri bisa bertikai akibat perbedaan sikap politik demokrasi. Berpecah dalam berbagai partai politik sekuleristik, nasionalistik bahkan komunistik. Para ulama dan kyaipun diperalat dan ikut berpecah pula. Mengenaskan.

BERMUSUHAN. Bukan rahasia lagi jika gara-gara sikap politik demokrasi yang menentukan kebenaran melalui suara terbanyak telah menjadikan kaum muslimin saling bermusuhan. Hanya untuk rebutan tahta dan kuasa, sesama muslim bisa saling membenci dan menjatuhkan. Memalukan.

SALING MENFITNAH. Fitnah dalam alam demokrasi jadi semacam bumbu politik yang makin mempersedap rasa. Sebab demokrasi tak memiliki timbangan halal haram dalam perbuatannya. Egoisme sektoral muncul dalam kubangan demokrasi. Mengerikan.

SALING MEMBENCI. Mestinya mencintai sesama muslim karena Allah, begitupun membencinya. Namun dalam demokrasi, kecintaan dan kebencian sesama muslim dalam demokrasi bukan karena Allah, melainkan karena perbedaan partai semata. Menyedihkan.

PRAGMATISME MATERIALISME. Demokrasi telah menyeret kaum muslimin dalam kubangan cinta dunia dan takut mati. Tahta menjadi rebutan dengan menghalalkan segala cara, menabrak aturan yang telah Allah tetapkan. Harta, tahta dan syahwat menjadi tuhan demokrasi. Memuakkan.

MENOLAK ISLAM. Demokrasi adalah ideologi transnasional sebagai alat penjajahan Barat kepada dunia Islam. Perpecahan dunia Islam dalam ikatan nasionalisme adalah akibat kolonialisme demokrasi itu. Sampai kapanpun, sistem demokrasi akan terus menolak Islam, meskipun kaum muslimin menginginkannya. Menjijikkan.

TERZALIMI DAN TERJAJAH. Di berbagai belahan negeri-negeri muslim yang telah diperbudak oleh nasionalisme, kini dalam keadaan terjajah dan terzolimi oleh bangsa asing. Kemiskinan, perampokan sumber daya alam, pembunuhan, pengusiran terus saja terjadi di depan mata kita. Lihatlah kaum muslimin di Myanmar, China, Palestina, Indonesia, Bosnia, dan belahan negara lainnya. Adakah kita tidak melihatnya. Memilukan.

MISKIN DAN DIPERBUDAK. Perampokan sumber daya alam oleh negara-negara imperialis kapitalis di negeri-negeri kaum muslimin atas nama privatisasi telah menjadi karakter dasar demokrasi. sementara negeri muslim dijerat dengan hutang ribawi ribuan triliun. Akibatnya negeri muslim menjadi miskin dan diperbudak. Sungguh miris.

PENGKHIANATAN. Demokrasi adalah cara orang Barat menjadikan kaum muslimin tumbuh sebagai pengkhianat atas agamanya sendiri. Atas nama pemujaan kepada demokrasi, maka agamanya sering dianggap lebih rendah. Ayat dalam kitab suci sering dihina ditembaptkan dibawah ayat konstitusi. Tak tahu diri.

PEMBUSUKAN. Sejak awal demokrasi digulirkan oleh kaum penjajah Barat, maka berbagai gerakan pembusukan ajaran Islam terus mereka lancarkan. Mereka menjadikan filsafat sebagai alat utama proyek pembusukan ajaran Islam. Misionarisme, orientalisme, sekulerisme, liberalisme dan pluralisme adalah sebagian kecil alat-alat pembusukan itu. Demokrasi busuk.

[AhmadSastra,KotaHujan,01/04/18 : 07.40 WIB]

_____________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar