SEPULUH UJIAN KEIMANAN ZAMAN NOW - Ahmad Sastra.com

Breaking

Selasa, 28 Januari 2020

SEPULUH UJIAN KEIMANAN ZAMAN NOW



Oleh : Ahmad Sastra

Sesungguhnya dunia ini hanyalah perputaran sejarah, dimana setiap manusia mengalami sebuah fase yang akan mengujinya, apakah tetap teguh mengikuti perintah Allah atau malah jadi pembangkangnya. Sebab meski tertera jelas dalam Al Qur’an, namun orang kafir dan munafik tetap akan membangkang. Keimanan, kekafiran dan kemunafikan akan tetap ada pada setiap zaman saat menyikapi setiap realitas zaman, tinggal kita memilih berada dimana.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar [QS Al Hujurat : 15]

Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu ?. Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus [QS Al Baqarah : 108]

Banyak sebenarnya ujian yang Allah sediakan untuk menguji keimanan, kekafiran dan kemunafikan manusia pada zaman sekarang. Disini hanya disebutkan sepuluh ujian keimanan zaman now.

PERTAMA, KEPEMIMPINAN ISLAM. Seluruh Nabi adalah muslim, seluruh ulama adalah muslim dan seluruh khalifah adalah muslim. Tugas utama kepemimpinan dalam Islam adalah mengemban amanah untuk menerapkan hukum Allah dalam rangka mengelola alam semesta, kehidupan dan manusia agar penuh keberkahan demi mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta. Karena itulah pemimpin dalam Islam wajib muslim yang taat kepada hukum Allah dan RasulNya dan haram hukumnya memilih pemimpin kafir yang membangkang hukum Allah. karena pentingnya urusan kepemimpinan ini, maka akan menentukan keimanan seorang muslim.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [QS Al Maidah : 51]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) [QS An Nisaa : 144]

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (QS An Nisaa : 138). (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (QS An Nisaa : 139)

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma´il, Ishaq, Ya´qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya" [QS Al Baqarah : 136]

KEDUA, PERPPU ORMAS. Dengan akal sehat akan mudah dipahami bahwa perppu ormas adalah cara membungkam dakwah dan kebangkitan Islam. Perppu juga adalah cara untuk menghalang-halangi dakwah Islam. Pembubaran berbagai majelis ilmu adalah perbuatan biadab yang sangat berat konsekuensinya dihadapan Allah. Apalagi jika perbuatan itu dilakukan demi memuja hawa nafsunya, padahal wahyu telah mengingatkan dengan tegas.

Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat. Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya). Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi [QS Hud : 19-22]

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu [QS An Nisaa : 61]

KETIGA, PENERAPAN ISLAM KAFFAH. Islam itu bukan sekedar agama ritual, namun juga merupakan sistem hidup yang melingkupi seluruh aspek kehidupan manusia. Dengan ditopang oleh negara Madinah, maka Rasulullah berhasil menerapkan Islam kaffah, kemudian dilanjutkan masa sahabat dan khilafah hingga tahun 1924. Baik wahyu maupun sirah Nabi telah jelas tentang perintah ini, menerima atau menolak memiliki konsekuensi keimanan.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu [QS Al Baqarah : 208]

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [QS An Nisaa : 65]

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik [QS An Nuur : 55]

KEEMPAT, KEWAJIBAN JILBAB. Jilbab adalah identitas seorang muslimah yang karenanya Allah akan memuliakan dan melindungi bagi yang taat perintah untuk mengenakannya. Menutup aurat adalah kewajiban bagi muslimah dan haram membuka aurat. Karena itu melaksanakan dan melanggar perintah berjilbab berkonsekuensi kepada keimanan seseorang. Jilbab adalah ujian keimanan bagi seorang muslimah. Sengaja menentang kewajiban berjilbab berkosekuensi berat bagi pelakunya.

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [QS Al Ahzab : 59]

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya........Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS An Nuur : 31]

Wahai anakku Fatimah, adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidik otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya [HR Bukhori Muslim]

KELIMA, PENERAPAN SYARIAH. Memang benar ada hukum syariah yang bisa diterapkan oleh individu tanpa negara seperti sholat dan puasa, meski tidak sempurna. Namun ada juga syariah yang harus ditegakkan oleh daulah seperti penarikan zakat, manajemen haji dan hukum-hukum jinayat. Itulah kenapa Rasulullah memperjuangkan tegaknya daulah Madinah agar seluruh hukum Allah bisa diterapkan secara kaffah. Menolak konsep daulah Islam sebagai ajaran Islam berkonsekuensi berat, sebab percaya kepada seluruh ajaran Islam adalah adalah ciri keimanan, bukan setengah-setengah apalagi menolak seluruhnya.

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya [QS An Nisaa : 59]

”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” (QS. Al Maidah : 50).

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya [QS Ali Imran : 19]

”Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al A’raaf : 36).

“Apa yang diberikan rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarang bagimu, maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al Hasyr: 7)

KEENAM, MUNCULNYA KAUM OPLOSAN PENISTA ISLAM. Gerombolan manusia liberal yang telah mendapat doktrin Barat telah membawa ajaran oplosan dengan mencampuraduk antara yang haq dan batil demi menyenangkan boss pujaannya. Teologi oplosan ala liberal selalu menghalalkan yang diharamkan Allah dan mengharamkan yang dihalalkan Allah, namanya juga oplosan. Mereka lantas membuat ‘Islam oplosan’ juga seperti Islam sekuler, Islam liberal, Islam moderat, Islam nusantara, Islam radikal, Islam demokrasi, dan entah Islam apa lagi. Kaum oplosan semau nafsunya sendiri dalam berhalusinasi.

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui [QS Al Baqarah : 21]

Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam, (QS An Nisaa : 140).

Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang- orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai Pelindung. (QS Al Ahzab : 48)

KETUJUH, AKSI BELA ISLAM. Lihatlah berbagai kezaliman terhadap umat Islam yang terjadi di Myanmar, Palestina, Irak, Suriah, Bosnia, Yaman, China, Indonesia oleh gerombolan musuh-musuh Islam. Bahkan Al Qur’an dan Rasulullah sering dinistakan oleh mereka. Seorang mukmin akan membara hatinya jika melihat agamanya dihina oleh musuh-musuh Allah. membela dan menolong agama Allah adalah bukti keimanan, berdiam diri adalah bukti kemunafikan, dan memusuhi Islam adalah bukti kekafiran. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu [QS Muhammad : 7]

Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali Hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Yusuf : 40)

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik [QS Ali Imran : 110]

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar [QS At Taubah : 111]

KEDELAPAN, PERSATUAN ISLAM. Demi persatuan umat memang harus mengorbankan egoisme kelompok dan menghilangkan orientasi duniawi. Penyakit al wahn yakni cinta dunia dan takut mati biasanya menjadi penghambat utama persatuan umat Islam di dunia. Padahal dalam persatuan ada kekuatan dan kemenangan serta kemuliaan. Keimanan akan menyatukan umat, kemunafikan akan memecah belah umat, kekafiran tidak akan pernah rela atas persatuan umat.

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat [QS Al Hujurat : 10]

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An Nisaa : 59). Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali Imran : 103)

KESEMBILAN, PEMURTADAN DAN KEMISKINAN. Kemiskinan hampir menghantarkan kepada kekufuran, begitu Rasulullah bersabda. Kemiskinan adalah ujian berat bagi orang muslim karena banyak musuh-musuh Islam yang menawarkan harta dan tahta asal mau mengikuti agama mereka atau murtad. Hal ini telah terjadi di banyak tempat. Kemiskinan memang ujian berat, tapi murtad akan lebih berat lagi siksa dari Allah. Bagi muslim yang telah murtad, semoga segera kembali kepada Islam. Apalah arti dunia jika harus sengsara di akherat.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. [QS Al Baqarah : 120]

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. [QS Al Baqarah : 214]

KESEPULUH, HEGEMONI THOGHUT DAN DAJJAL. Dalam catatan kaki Al Qur’an terjemah terbitan kemenag RI 1989 hal 128, istilah thoghut dimaknai sebagai yang selalu memusuhi Nabi dan kaum muslimin, tukang tenung, orang yang menetapkan hukum berdasarkan hawa nafsu dan berhala-berhala. Thoghut dan dajjal adalah dua wajah satu visi yakni kebatilan. Mata satu sebagai simbol dajjal adalah simbol sekulerisme di zaman now. Hegemoni kebatilan sekulerisme adalah ujian keimanan yang sangat berat bagi kaum muslim, apakah mau memujanya atau tetap mempertahankan tauhid.

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu [QS An Nisaa : 60 - 61].

[AhmadSastra,23/11/17 : 23.00 WIB] _________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar