SIAPA MAU MENGHAPUS SIMBOL ISLAM ? - Ahmad Sastra.com

Breaking

Jumat, 10 Januari 2020

SIAPA MAU MENGHAPUS SIMBOL ISLAM ?

Oleh : Ahmad Sastra
Dosen Filsafat

Istilah simbol adalah istilah yang biasa digunakan oleh masyarakat berkaitan dengan lambang atau produk sains yang memiliki kandungan makna tertentu. Simbol adalah cara simple untuk menyampaikan nilai. Burung garuda adalah simbol untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila. Dengan berbagai gambar yang tertera di dadanya dimaksudkan sebagai simbol atas sila-sila yang ada. Apakah simbol-simbol Pancasila bisa diganti ?. Entahlah.

Kata simbol secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yakni symballo yang artinya melempar bersama-sama, melempar atau meletakkan bersama-sama dalam satu ide atau gagasan obyek yang empiris, sehingga obyek tersebut mewakili nilai atau gagasan. Simbol bisa mengantarkan seseorang dalam gagasan masa depan maupun masa lalu.

Biasanya simbol dideskripsikan dengan gambar, bentuk, gerakan, atau benda yang mewakili suatu gagasan. Simbol sejatinya bukan nilai itu sendiri, namun simbol diperlukan untuk internalisasi penghayatan bagi ilmu pengetahuan, sosial politik, kenegaraan dan bahkan keagamaan. Bendera merah putih misalnya, meski hanya simbol, namun warna merah dan putih mewakili gagasan spirit keberanian dan kesucian. Apakah merah putih bisa diganti ?. entahlah.

Simbol sering juga bukan hanya dideskripsikan dengan gambar, namun juga dengan ucapan dan gerakan. Bahkan simbol juga sering dijadikan sebagai infrastruktur bahasa, yang kemudian dikenal dengan istilah bahasa simbol. Melalui pola dan warna tertentu, sebuah simbol selalu berkaitan dengan subuah gagasan tertentu pula. Karena itu meski simbol ini bersifat relative, namun seringkali justru dianggap fundamental bagi gagasan tertentu.

Kira-kira apa yang akan terjadi jika simbol burung garuda diganti dengan burung yang lain ?. kira-kira apa yang terjadi jika gambar-gambar yang mewakili persila diganti dengan gambar yang lain ?. Kira-kita apa yang terjadi jika bendera merah putih diganti dengan warna yang lain ?. Kira-kira apa yang terjadi jika warna dan gambar partai-partai diganti dengan warna dan gambar lain ?. simbol-simbol negara biasanya bahkan disakralkan, seolah tak mungkin diubah. Saya jadi teringat saat simbol UIN Jakarta yang lama diganti dengan simbol yang baru seperti yang kita lihat sekarang ini. Kok bisa ya ?.

Agama-agama juga memiliki simbol-simbol yang khas, seperti salib sebagai simbol agama kristen. Meski Yesus sendiri tidak menggunakan simbol salib, namun salib telah menjadi simbol kristen yang hampir mungkin tidak bisa digantikan. Sebab simbol salib, bukan hanya mewakili gagasan, namun mewakili sebuah keyakinan akan peristiwa penyaliban Yesus sebagai bentuk penghapusan dosa. Itu setidaknya yang dipahami oleh kaum Nasrani hingga kini. Meskipun antara kristen protestan dan katolik, memiliki simbol yang berbeda terkait gambar salib, tentu dengan kayakinan berbeda juga.

Oleh kalangan kristen, perbedaan simbol ini bukan persoalan yang prinsipil, namun sekedar perbedaan kultur karena adanya latar belakang sejarah. Namun secara prinsipil, bahwa salib adalah simbol yang didalamnya mengandung nilai-nilai teologis dan keyakinan, mereka bersepakat. Nah, pertanyannya, apakah orang Islam boleh memakai simbol salib sebagai gantung kalung misalnya ?. Siapa pula orang-orang yang dalam sejarah ingin menghapus simbol-simbol agama ?.

Dalam perspektif Islam, simbol adalah sebuah produk sains yang bisa dipandang sebagai sesuatu yang netral (madaniyah), namun ada juga yang mengandung nilai peradaban tertentu (hadharah). Salib sebagai simbol, oleh Islam tidak boleh dipakai oleh seorang muslim, sebab dibalik simbol salib terdapat nilai keyakinan agama tertentu, yakni tentang ketuhanan Yesus. Begitupun dengan patung-patung yang mengandung nilai, kepercayaan, ideologi tertentu, maka Islam melarangnya untuk digunakan oleh seorang muslim.

Selain simbol, paham asing seperti liberalisme, sekulerisme, nasionalisme, demokrasi, pluralisme, feminisme, komunisme, ateisme, hermeneutika dan isme-isme lainnya maka haram hukumnya bagi kaum muslimin untuk mengadopsi dan menyebarkannya. Paham-paham ini berisikan pandangan hidup tentang manusia, kehidupan dan alam semesta yang bertentangan dengan aqidah Islam.

Meski banyak simbol-simbol yang secara esensial netral, namun dalam Islam juga ada beberapa simbol yang mengandung nilai dan keyakinan. Sebagaimana bendera merah putih sebagai simbol nasionalisme Indonesia, maka bendera tauhid adalah simbol bagi negara Islam yang berasaskan tauhid. Bendera liwa dan rayah adalah bendera yang digunakan oleh negara Islam, baik dalam damai dan perang.

Kalimat tauhid adalah simbol atas keyakinan seorang muslim atas ketuhanan Allah dan kerasulan Muhammad, maka tidak mungkin kalimat tauhid digantikan dengan kalimat yang lain. Itulah mengapa penganut agama lain tidak mungkin mau menggunakan kalimat tauhid sebagai simbol agamanya. Istilah ulama adalah khas dalam Islam, tidak mungkin diganti dengan istilah pendeta, biksu dan paus. Sebab istilah ulama itu tercantum dalam Al Qur’an.

Begitupun istilah khilafah adalah khas istilah ketatanegaraan dalam Islam. Khilafah memiliki makna negara berdasarkan tauhid. Maka khilafah sama sekali tidak sama dengan demokrasi, kerajaan, presidensial, sosialis, federal atau bentuk negara lainnya. Maka jika ada istilah khilafah nusantara yang berbasis demokrasi adalah istilah ngawur yang menyesatkan, seperti sesatnya aliran islam nusantara atau islam liberal.

Dengan demikian, simbol memang ada yang netral sebagai produk sains semata, namun ada yang mengandung nilai dan keyakinan. Musuh-musuh Islam sangat berkepentingan untuk berusaha menghapus simbol-simbol Islam dan menebarkan simbol-simbol kekufuran yang mereka yakini. Sebab masyarakat awam seringkali tidak tidak memahami simbol-simbol agama lain yang sesungguhnya diharamkan dalam Islam.

Dengan gerakan simbolisasi, maka diharapkan secara perlahan umat Islam akan kehilangan keyakinan dan agamanya. Begitupun upaya penghapusan simbol-simbol Islam juga dimaksudkan oleh musuh-musuh Islam agar kaum muslimin kehilangan jejak keyakinannya. Bahkan, simbol tauhid yang tertera dalam bendera dituduh sebagai simbol radikalisme. Itulah kejahatan musuh-musuh Allah yang otaknya telah dikuasai oleh setan.

Begitupun istilah-istilah seperti Islam liberal dan islam nusantara merupakan produk Barat untuk menghilangkan jejak Islam yang sesungguhnya. Selain haram mengadopsinya, istilah-istilah buatan Barat ini bisa menghilangkan keimanan seorang muslim. Namun, sayangnya kadang istilah ini justru disebarkan oleh orang yang ngaku Islam dengan mendapatkan imbalan duniawi yang tidak seberapa. Biasanya, penyebarannya seumur anggaran proyek yang didapatnya, jika uangnya habis, mereka akan berhenti dengan sendirinya.

Maka jika ada orang yang dengan lantang ingin menghapus simbol Islam, baik dengan cara mengubahnya maupun dengan cara menfitnahnya, sesungguhnya mereka adalah agen-agen setan yang dijadikan budak untuk memusuhi Islam. Allah telah menegaskan bahwa kaum kafir Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridho kepada Islam dan kaum muslimin selama-lamanya, hingga umat Islam mengikuti jalan hidup mereka (QS 2 : 120).

(AhmadSastra,KotaHujan,09/01/20 : 18.35 WIB)

_________________________________________
 Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar