MENJAGA SPIRIT RAMADHAN - Ahmad Sastra.com

Breaking

Selasa, 17 Maret 2020

MENJAGA SPIRIT RAMADHAN



Oleh : Ahmad Sastra

Ramadhan bulan mulia, penuh berkah dan ampunan Allah kembali menyapa kaum muslimin di seluruh dunia. Suka cita dan kebahagiaan menyambut bulan suci Ramadhan merupakan tanda keimanan seorang muslim. Antusiasme masyarakat muslim begitu terasa menyambut kehadiran Ramadhan. Spirit Ramadhan ini harus terus terjaga selama menjalani puasa bahkan hingga pasca Ramadhan. Setidaknya ada empat spirit Ramadhan yang harus dijaga oleh segenap kaum muslimin.

Pertama adalah menjaga spiritualitas. Ramadhan adalah bulan dimana manusia beriman mencapai puncak ketaatan kepada Allah. Ramadhan juga merupakan pemisah antara orang yang beriman dan tidak beriman. Sebab ibadah puasa adalah ibadah yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan Allah, orang lain tidak pernah tau akan puasa orang lain. Bahkan Allah sendiri yang akan memberikan balasan kebaikan bagi orang-orang yang berpuasa. Ibadah puasa begitu istimewa di hadapan Allah.

Dikatakan sebagai puncak ketaatan orang-orang beriman adalah disebabkan karena pada saat berpuasa inilah seluruh waktunya akan dimanfaatkan untuk kebaikan. Sebab jika tidak, maka pahala puasa tidak akan didapatkan, kecuali hanya haus dan lapar. Apalagi perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan puasanya seperti makan dan minum secara sengaja, semua akan dijauhkan atas dasar keimanan kepada Allah.

Orang-orang yang berpuasa yakin betul akan janji Allah yakni surga yang akan dihadiahkan kepada mereka kelak di akherat. Orang berpuasa rela lapar, haus dan manjauhkan segala perbuatan maksiat semata-mata demi meraih janji Allah berupa rahmat, ampunan dan kebahagiaan surga. Sebab salah satu cirri orang bertaqwa adalah mereka yang meyakini yang ghoib.

Puncak ketaatan seorang yang berpuasa juga ditandai oleh bagaimana mereka mengisi waktu sepanjang Ramadhan untuk melakukan berbagai aktivitas ibadah individual maupun sosial. Banyak bentuk ibadah yang bisa dilakukan selama Ramadhan, mislanya tilawatul qur’an, qiyamul lail, berzikir, mencari ilmu, membaca buku, bersedekah, membayar zakat, berdakwah, dan membantu sesama muslim yang membutuhkan.

Kedua adalah spirit produktivitas. Ramadhan bukan hanya bulan untuk melakukan ibadah individual, melainkan justru banyak peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di bulan suci ini. Pada bulan Ramadhan tahun ke 2 Hijriyah, Rasulullah memimpin perang Badar al Kubro antara pasukan Islam yang berjumlah 313 prajurit melawan kafir Quraisy yang berjumlah 1000 prajurit.

Pada bulan Ramadhan juga terjadi peristiwa besar berupa penaklukan kota Mekkah atau futhu Mekkah, tepatnya terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 H yang dipimpin langsung oleh Rasulullah saw. Penaklukan kota Thoif juga terjadi di bulan suci Ramadhan dibawah panji Islam yang dibawa oleh Rasulullah.

Bahkan di bulan suci Ramadhan tanggal 15 1294 H juga terjadi perang Yalhiz, antara pasukan Khalifah Utsmani yang berjumlah 34.000 pasukan kaum muslimin melawan tentara kaisar Rusia berjumlah 740.000 dengan kemanangan di tangan kaum muslimin.

Berbagai peristiwa perjuangan ini mestinya menjadi ibroh umat Islam untuk senantiasa menjaga spirit Ramadhan dengan berbagai aktivitas ketaatan kepada Allah yang positif, produktif dan kontributif. Jangan sampai Ramadhan justru diisi dengan aktivitas bermalas-malas seperti tidur, menonton TV atau sekedar ngrumpi.

Ketiga adalah spirit intelektualitas. Penting juga menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan emas untuk kaum muslimin memikirkan kondisi kaum muslimin di negeri ini dan di belahan penjuru dunia. Mengapa kaum muslimin di seluruh dunia masih dalam kondisi terpinggirkan, terzolimi dan terjerat kemiskinan. Ramadhan adalah moment yang tepat untuk mencari akar masalah dan mencari solusi fundamental oleh seluruh kaum muslimin di dunia.

Negeri ini juga tengah menghadapi berbagai kerusakan kehidupan akibat runtuhnya sendi-sendi moral bangsa. Maraknya miras, pornografi, pornoaksi telah menjerumuskan bangsa ini kepada kubangan perilaku amoral. Akibatnya marak tindak kriminal, pembunuhan, pemerkosaan, terorisme, seks bebas, LGBT, perzinahan, pelacuran hingga tawuran. Entah sudah berapa nyawa melayang akibat kriminalitas yang disulut oleh tenggakan miras ini. Padahal Allah sang Pemilik kehidupan ini telah dengan tegas mengharamkan biang dosa ini.

Keempat adalah spirit solidaritas. Saatnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum muhasabah keumatan untuk kembali menjadikan kaum muslimin sebagai umat terbaik yang bersatu dan bersaudara. Islam adalah agama damai yang memberikan rahmat bagi seluruh bangsa dan alam semesta. Islam adalah agama yang mendamaikan umat manusia dan kemanusiaan serta mengharamkan tindakan kekerasan apalagi terorisme.

(AhmadSastra,KotaHujan,17/03/20 : 18.30 WIB)

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar