BERGURU KEPADA SEJARAH PARA PEMBEBAS PALESTINA - Ahmad Sastra.com

Breaking

Selasa, 11 Mei 2021

BERGURU KEPADA SEJARAH PARA PEMBEBAS PALESTINA



 

Oleh : Ahmad Sastra  

 

Penjajah zionis isreal kembali menyerang umat Islam Palestina disaat mereka khusus menjalankan sholat di masjidil Aqsha. Adalah tindakan biadab yang tidak bisa dimaafkan. Penjajahan palestina tidaklah sebatas persoalan kemanusiaan, namun merupakan persoalan aqidah bagi umat Islam sedunia. Serangan zionis kali ini mestinya menjadi renungan umat Islam, mengapa nestapa ini tak kunjung usai, padahal umat Islam berjumlah banyak.

 

Sungguh, Palestina adalah bagian dari tanah air kaum muslimin seluruh dunia, mengingat umat Islam adalah bagai satu tubuh. Hakikat umat Islam adalah satu yang tidak tersekat oleh ikatan primordialisme seperti nasionalisme. Sejarah kemerdekaan palestina bisa dicapai dalam sejarah justru disaat umat Islam bersatu dalam daulah Islam, bukan ketika terpecah belah seperti sekarang ini. Zionis yahudi memang akan terus memusuhi kaum muslim yang semestinya menjadikan umat Islam bangkit dan bersatu.

 

Allah telah menegaskan dalam Al Qur’an : Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS Al Maidah : 82)

 

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. (QS Al Mujadilah : 22)

 

Dalam peristiwa agung Isra mi’raj, ada dua masjid disinggahi Rasulullah SAW, yakni masjidil Haram di Makkah dan Masjidil Aqsha di Palestina sebelum ke langit menghadap Allah SWT. Mekkah dimana ka’bah berada merupakan tanah suci, sementara Palestina merupakan bagian dari negeri Syam yang diberkahi oleh Allah.

 

Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firmanNya : Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. Dan Kami telah memberikan kepada-nya (Ibrahim) lshak dan Ya´qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh (QS Al Anbiyaa : 71-72).

 

Yang dimaksud dengan negeri di sini menurut Ibnu Katsir ialah negeri Syam  termasuk di dalamnya Palestina. Allah  memberkahi negeri itu karena kebanyakan Nabi dilahirkan di negeri ini dan tanahnyapun subur. Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Para Nabi tinggal di Syam dan tidak ada sejengkal pun kota Baitul Maqdis kecuali seorang nabi atau malaikat pernah berdoa atau berdiri di sana.” (HR at-Tirmidzi).

 

Dalam pandangan Islam, Tanah Palestina (Syam) adalah tanah milik kaum Muslim. Kaum muslimin di seluruh dunia adalah bersaudara, satu kesatuan bagai satu tubuh. Jika sakit salah satu anggota tubuh, maka anggota tubuh yang lain ikut merasakana sakitnya.   Di tanah ini berdiri al-Quds, yang merupakan lambang kebesaran umat ini, dan ia menempati posisi yang sangat mulia. Umat Islam jangan sampai melupakan sejarah penting ini.

 

Terkait posisi Palestina, khalifah terakhir turki ustmani sultan Abdul Hamid II, mengatakan Sesungguhnya aku tidak akan melepaskan bumi Palestina meskipun hanya sejengkal…Tanah Palestina bukanlah milikku, tetapi milik kaum Muslim…Rakyatku telah berjihad untuk menyelamatkan bumi ini dan mengalirkan darah demi tanah ini…Hendaknya kaum Yahudi menyimpan saja jutaan uangnya…Jika suatu hari nanti Khilafah terkoyak-koyak, maka saat itulah mereka akan sanggup merampas Palestina tanpa harus mengeluarkan uang sedikit pun. Selagi aku masih hidup, maka goresan pisau di tubuhku terasa lebih ringan bagi diriku daripada aku harus menyaksikan Palestina terlepas dari Khilafah. Ini adalah perkara yang tidak boleh terjadi. (Dr. Muhammad Harb, Catatan Harian Sultan Abdul Hamid II, Pustaka Thariqul Izzah, 2004).

 

Sikap istiqamah atau konsisten para sahabat dan kaum muslimin dahulu terhadap ajaran Islam membuahkan kejayaan peradaban, yakni khilafah Islamiyah yang bertahan selama 14 abad. Pada masa Khulafaur Rasyidin misalnya, keberkahan telah mereka rasakan dengan amat luar biasa diantaranya dalam bentuk kemakmuran hidup. Di dalam al-Bidayah wa an-Nihayah diriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Khaththab ra. yakni negara Khilafah mampu memberikan santunan tunai kepada setiap warga negaranya, bahkan termasuk untuk bayi yang baru lahir.

 

Para khalifah telah memberikan  keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang bagi siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama beradab-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena seperti itu setelah masa mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan menyebar luas sehingga berbagai ilmu, sastra, filsafat dan seni mengalami kejayaan luar biasa yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad (Will Durant, The Story of Civilization)

 

Namun, setelah lemahnya pemahaman dan komitmen umat terhadap ajaran Islam serta berbagai bentuk penjajahan asing serta pengkhianatan Kemal Ataturk, pada tahun 1924 akhirnya khilafah Islam runtuh. Sejak awal keruntuhan, umat Islam selama 100 tahun tak lagi memiliki kekuatan dan pelindung, maka sejak itu pula hingga kini, umat Islam di berbagai belahan dunia dirundung nestapa. Tak terkecuali negara Palestina, negeri yang diberkahi Allah kini dalam cengkeraman penjajahan Zionis Israel.

 

Tercatat dalam sejarah, dalam naungan khilafahlah, wilayah negeri Syam yang didalamnya ada Palestina berhasil dikuasai dan dibebaskan. Pembebas Palestina pertama adalah Khalifah Umar bin Khattab setelah memenangkan perang Yarmurk. Kedua adalah Nuruddin Zanki, seorang pemimpin Dinasti Zanki Mosul yang bijaksana. Ketiga adalah Namjuddin Ayyub, ayah dari pembebas Al Aqsa keempat yakni  Shalahuddin Al-Ayyubi yang berhasil menghadapi kaum salibis pada tanggal 27 Rajab 582 H atau 2 Oktober 1187 M.

 

Akhirnya, nestapa Palestina yang tak kunjung usai ini mestinya menyadarkan umat Islam seluruh dunia untuk kembali bangkit dan bersatu dalam naungan daulah Islam. Saatnya umat Islam menemukan urgensitasnya yang terpenting, yakni semakin kuatnya keimanan kepada Allah dan semakin tingginya spirit perjuangan untuk menerapkan syariah kaffah melalui tegaknya khilafah dengan izin dan pertolongan Allah.

 

Sebab hanya dengan khilafah negeri-negeri muslim akan kembali bersatu dan terbebas dari berbagai nestapa akibat penjajahan. Para khalifah terbukti mampu membebaskan Palestina dari cengkeraman penjajah zionis Israel. Sebaliknya tanpa adanya seorang khalifah, palestina hingga kini semakin menderita dibawah penjajahan Israel. Umat Islam mestinya menjadikan sejarah ini sebagai guru kehidupan untuk kemudian bangkit kembali menyelamatkan Palestina dengan menegakkan daulah Islam yang menyatukan umat Islam sedunia dalam satu kepemimpinan.

 

Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS An Nur : 51)

 

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik (QS An Nur : 55)

 

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu ?.  Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal (QS Ali Imran : 160)

 

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat (QS An Nashr : 1-3).

 

(AhmadSastra,LerengGunungMerbabu,11/05/21 : 21.50 WIB)

 

 

 

 

 

 

 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar