LEBIH BAIK JADI AGEN HTI, DARI PADA JADI AGEN LGBT - Ahmad Sastra.com

Breaking

Kamis, 23 Januari 2020

LEBIH BAIK JADI AGEN HTI, DARI PADA JADI AGEN LGBT



Oleh : Ahmad Sastra

Hizbut Tahrir, sebagaimana organisasi dakwah lainnya adalah sebuah upaya umat Islam untuk ikut berkontribusi dalam memperbaiki kondisi umat Islam dan kemanusiaan pada umumnya. Hizbut Tahrir membawa gagasan mulia untuk menyelamatkan dan membebaskan umat Islam dan manusia dari berbagai bentuk penjajahan, kezoliman dan ketidakadilan.

Hizbut Tahrir meyakini bahwa dakwah adalah kewajiban setiap muslim. Dakwah diutamakan dilakukan secara berjamaah dan terorganisir dengan baik. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah, “Maka hendaknya ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung” (QS Ali Imran : 104).

Dari ayat inilah Hizbut Tahrir membangun sebuah gagasan dan visi yang jelas yakni bagaimana mengembalikan kehidupan Islam di tengah-tengah umat, bukan kehidupan yang sekuleristik, liberalistik apalagi ateistik. Kemudian dirumuskan misi atau langkah-langkah yang terukur untuk mewujudkan visi tersebut. Esensi kehidupan Islami adalah disaat syariah Islam diterapkan secara kaffah di seluruh aspek kehidupan.

Untuk melaksanakan misi, maka diperlukan kader-kader yang berkualitas dan memiliki komitmen tinggi atas cita-cita Islam yang mulia ini. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah yang secara serius menyiapkan, mengkader dan membina kader-kader tangguh sebagai agen-agen dakwah di tengah-tengan masyarakat.

Dengan dakwah tanpa kekerasan, Hizbut Tahrir terus memberikan pencerahan kepada umat akan akar persoalan yang dihadapi kehidupan manusia saat ini. Dengan pendekatan intelektual, Hizbut Tahrir mendidik umat untuk mencapai taraf berfikir Islami. Islam sebagai solusi selalu menjadi keyakinan dan menyebarkannya.

Hizbut Tahrir sebagaimana organisasi dakwah Islam lainnya sangat sadar akan persoalan yang dihadapi umat Islam dari waktu ke waktu. Kondisi keumatan selalu dipelajari, dianalisa dan diberikan solusi Islam sebagai satu-satunya kebenaran yang datangnya dari Allah Sang Pemegang Kedaulatan hukum. Sebab hanya Islam sebagai agama yang diridhoi Allah.

Tidaklah cukup sekedar adanya kader-kader tangguh dalam sebuah gerakan jamaah dakwah, jika pada akhirnya berjalan sendiri-sendiri dengan kepentingan sendiri-sendiri pula. Maka penting adanya ikatan yang benar dan kuat antar individu dalam jamaah dakwah, yakni ikatan aqidah Islam. Aqidah Islam adalah ikatan yang melampaui ikatan lainnya seperti kesukuan, kebangsaan, kebahasaan, kemanusiaan, perasaan, akademik, job diskription dan ikatan lainnya.

Hizbut Tahrir tanpa lelah selalu menyadarkan umat Islam agar berusaha menjalankan Islam secara kaffah (QS 2 : 208), mengajak kesadaran persaudaraan dan persatuan umat Islam sedunia (QS 3 : 103) dan senantiasa berdakwah menebar rahmat bagi alam semesta (QS 16 : 125).

Jamaah dakwah harus menjadikan Rasulullah sebagai teladan utama dalam setiap amal dan usaha. “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah uswah hasanah bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiyamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al Ahzab: 21). “Apa saja yang dibawa Rasul untuk kalian, maka ambillah. Dan apa saja yang dilarangnya untuk kalian, maka tinggalkanlah” (QS. Al Hasyr: 7).

Kader dakwah harus tangguh dan tidak mudah tergoda dengan kepentingan duniawi. Tatkala Rasulullah ditawari dunia agar berhenti dari dakwah, dengan lantang beliau menjawab, “Andai mereka dapat meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku mengentikan dakwah ini maka hingga Allah memenangkannya atau aku binasa di jalanNya, aku tidak akan meninggalkan dakwah ini” (Ibnu Hisyam, Sirah Ibnu Hisyam, I/266).

Hizbut Tahrir artinya partai pembebasan yang memiliki makna membebaskan umat Islam dan manusia dari segala bentuk penjajahan. Ideologi kapitalisme sekuler demokrasi adalah ideologi penjajah terhadap negeri-negeri muslim. Dengan konsep nasionalisme, kini umat Islam yang pernah bersatu dibawah satu sistem dan kepemimpinan Islam, kini terpecah-belah menjadi banyak nation state (negara kebangsaan).

Dengan hegemoni kapitalisme sekuler demokrasi, kini umat Islam diseluruh dunia dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Selain terjerembab dalam kubangan kemiskinan, umat Islam juga dizolimi, disiksa, diusir dan dimusuhi. Seluruh sumber daya alam yang super kaya di negeri-negeri muslim dirampok oleh para kapitalis. Bukan hanya umat Islam, kapitalisme telah menjadi bencana kemanusiaan bagi manusia seluruhnya.

Begitupun ideologi komunisme sosialisme ateis telah dengan kejinya berusaha menghilangkan eksistensi kaum musimin dimanapun mereka berada. Umat Islam di negeri-negeri komunis dalam kondisi terzolimi. Dengan terpecah-belahkan kaum muslimin, kini umat terbaik ini tak ada yang membela dan melindunginya.

Bukan hanya sampai disitu, ideologi kapitalisme dan komunisme yang bertentangan dengan Islam selalu menebarkan kemungkaran. Legalisasi perzinahan, perjudian, minuman keras, perjualan manusia, perbudakan, prostitusi, riba, LGBT dan kemungkaran lainnya adalah sah dalam pandangan kedua ideologi ini.

Tapi ironisme, banyak orang (termasuk) muslim yang justru menjadi agen demokrasi sekuler dan komunis atesi yang ikut mendukung berbagai kemungkaran atas nama kebebasan dan HAM. Dengan bangganya para agen demokrasi membela kaum LGBT sebagai sebuah perilaku normal dan tak melanggar agama. Sebab dengan menjadi agen LGBT, mereka mendapatkan kehidupan sehingga dapat mengisi perutnya.

Sementara para agen HTI terus memberikan pencerahan kepada umat bahwa segala macam kemungkaran adalah dilarang oleh Allah dan akan mendatangkan murka dari Allah. Kaum homoseksual zaman Nabi Luth telah menjadi contoh sejarah yang mestinya menjadi kesadaran umat dan bangsa, bahwa perilaku itu sangat dimurkai Allah. Akhirnya dengan penuh kehinaan, mereka dimusnahkan oleh Allah. HTI berdiri tegak untuk membebaskan manusia dari segala macam penjajahan dan kemungkaran dengan menegakkan supremasi hukum Islam secara kaffah.

Kemaksiatan telah membawa kerusakan dan kehancuran suatu negeri, begitulah sejarah para Nabi bertutur. Maka jika hari ini bangsa ini terus ditimpa berbagai kerusakan dan bencana adalah disebabkan oleh banyaknya kemungkaran. Kapitalisme dan komunisme adalah sumber malapetaka dan kerusakan di negeri ini dan seluruh dunia.

Sifat antroposentrisme dan antropomorpisme demokrasi telah menjadikan manusia sebagai sumber kebenaran, bukan Tuhan. Demokrasi korporasi dimaknai sebagai dari kapitalis, oleh kapitalis dan untuk kapitalis. Paradigma ini meniscayakan mengkayakan orang kaya dan memiskinkan orang miskin, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Demokrasi telah membawa gen korupsi, kolusi dan nepotisme. Demokrasi kapitalis adalah penipu terbesar abad ini.

Hal ini ditegaskan Allah dalam al Qur’an, “ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(QS Asy Syura : 30). “ Telah nampak kerusakan (fasad) di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS Ar Ruum : 41).

Hidup itu pilihan, mau menjadi pejuang atau pecundang, mau jadi agen Islam atau agen kekufuran, mau jadi agen HTI atau agen LGBT. Adalah mudah untuk bisa memilih jika memang cerdas dan beriman. Orang cerdas akan memilih menjadi agen Islam dari pada kekufuran. Orang beriman akan menjadi pejuang dan tidak menjadi pecundang. Orang berakal akan memilih menjadi agen HTI dari pada agen LGBT.

(AhmadSastra,Sukabumi,23/01/20 : 22.00 WIB)

_________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar