APA SALAH MUSLIM DI SELURUH DUNIA, MENGAPA TERUS DIZOLIMI ? - Ahmad Sastra.com

Breaking

Jumat, 28 Februari 2020

APA SALAH MUSLIM DI SELURUH DUNIA, MENGAPA TERUS DIZOLIMI ?



Oleh : Ahmad Sastra

Kezoliman penguasa atas muslim sebenarnya terjadi sejak zaman dahulu. Bahkan setiap kali Rasul diutus Allah, maka dalam saat yang sama muncul musuh-musuh agama yang membenci, memusuhi, menzolimi dan melakukan diskriminasi kepada para Rasul dan umat pengikutnya. Sebagai contoh sejarah adalah kezoliman rezim fir’aun dan rezim namrud yang sangat memusuhi dan menzalimi Nabi Musa dan Ibrahim beserta umat pengikutnya.

Dan demikianlah, Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkara-perkara yang indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan (QS Al An’am : 112).

Musuh Nabi kebanyakan dari kalangan orang kafir. Nabi Musa memiliki musuh fir’aun. Nabi Ibrahim memiliki musuh namrud. Rasulullah memiliki musuh abu jahal dan abu lahab. Meskipun Islam tidak mengajarkan permusuhan,bahkan menebarkan perdamaian, namun inilah konsekuensi dakwah dan perjuangan Islam. Allah mengingatkan kaum muslimin atas musuh-musuh agama ini. Sementara orang munafik biasanya diam seribu bahasa atas kezoliman yang menimpa umat Islam. Jika bersuara, maka kaum munafik akan menyalahkan umat Islam dan membela kaum kafir. Diam atas kezoliman itu seperti setan bisu.

Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, selain keturunan kaumnya dalam keadaan takut bahwa fir’aun dan para pemuka (kaum) nya akan menyiksa mereka. Dan sungguh fir’aun itu benar-benar telah berbuat sewenang-wenang di bumi, dan benar-benar termasuk orang yang melampaui batas (QS Yunus : 83)

Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang- orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai Pelindung. (QS Al Ahzab : 48).

Maka hari ini dan sampai kapanpun permusuhan kepada Islam dan umat Islam akan terus berlanjut. Para ekstrimis dari rezim kufur hari inipun dengan bringas bak binatang buas membantai dan menzalimi kaum muslimin. Di India, China, Suriah, Myanmar, Irak, Indonesia, Singapore dan belahan dunia lain nasib umat Islam begitu mengenaskan. Bentuk kezaliman itu berlevel, dari mulai diskriminasi hingga genosida. Kerusuhan di India yang menewaskan kaum muslimin karena diterbitkannya UU diskriminatif atas kaum muslimin.

Padahal kezoliman yang dilakukan penguasa atau individu atas kaum muslimin di seluruh dunia akan mendatangkan murka Allah, baik di dunia maupun di akherat kelak. Sejarah telah membuktikan bahwa rezim zolim fir’aun dan rezim zolim namrud binasa dengan datangnya berbagai binatang yang membinasakan keduanya beserta para pengikutnya. Bahkan fir’aun ditenggelamkan oleh Allah dengan penuh kehinaan. Sebab nyawa seorang mukmin itu lebih berharga dari dunia seisinya.

Sungguh hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dari pada pembunuhan atas seorang mukmin tanpa hak (secara batil) (HR Ibn Majah)

Maka kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdusta (QS Al A’raf : 133) )

Maka Kami siksa dia (fir’aun) dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Dan Kami jadikan mereka para pemimpin yang mengajak (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong. Dan kami susulkan laknat bagi mereka di dunia ini, sedangkan pada hari kiamat, mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah) (QS Al Qashash : 40-42)

Dua ayat diatas sebenarnya membuktikan bahwa kezoliman secara spontan akan dibalas oleh Allah di dunia. Rezim zolim China yang melakukan berbagai bentuk kejahatan kepada kaum muslim secara spontan mendapat azab dari Allah berupa virus corona yang kini menjadi ancaman paling menakutkan, sebab selain merenggut nyawa, virus ini juga akan melumpuhkan ekonomi, politik dan sosial.

Tidak hanya di dunia, bahkan hingga sampai akherat segala kezoliman akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Jikapun di dunia ditangguhkan siksa Allah atas menusia-manusia zolim, namun di akherat tidak mungkin lagi bisa terlepas dari murka Allah yang menjadikan mereka terbelalak. Penyesalan sebesar apapun tidak akan menolong mereka. Bahkan diantara manusia zolim ingin kembali ke dunia untuk tunduk kepada hukum Allah.

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (QS Ibrahim : 42 – 43).

Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, Maka berkatalah orang-orang yang zalim: "Ya Tuhan Kami, beri tangguhlah Kami (kembalikanlah Kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya Kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul". (kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa ?. (QS Ibrahim : 44)

Kenapa orang-orang kafir selalu membenci, menyudutkan dan menyalahkan kaum beriman?. Kita tidak perlu heran ketika Al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar telah menguak segalanya dan punya seluruh jawaban atas segala peristiwa di langit dan di bumi. Diantaranya ada tiga ayat yang membuka kedok kebencian mereka atas umat Islam hingga hari ini, baik dari golongan ahlul kitab, musyrikin ataupun munafikin.

Pertama, Allah mengatakan tentang ahlul kitab dalam surat Al-Maidah: 59. “Katakanlah, ‘Hai Ahli Kitab, apakah kalian sangat membenci kami, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?’.” (QS. Al-Maidah: 59)

Syaikh Abdurrahman as-Sa’diy dalam tafsirnya mengatakan, “Apakah kami ini di mata kalian memiliki aib/kesalahan, kecuali hanya kami beriman kepada Allah, kitab-kitab-Nya dan nabi-nabi-Nya yang terdahulu dan sekarang. Dan hanya karena kami berkeyakinan barangsiapa yang tidak mengimani seperti iman kami ini, dia adalah kafir dan fasik?”

Imam al-Baghawi dalam tafsirnya menyebutkan, “Apakah kalian ini membenci kami hanya karena iman kami dan kefasikan (kejahatan) kalian. Sesungguhnya kalian telah membenci iman kami padahal kalian tahu kami ini diatas yang benar. Dikarenakan kalian telah berbuat fasik, dimana kalian menegakkan agama keyakinan kalian atas asas cinta kekuasaan dan cinta harta.”

Kedua, Allah mengabadikan pembantaian muslimin ashabul ukhdud dalam surat Al-Buruj: 1-9: “Demi langit yang mempunyai gugusan bintang. Dan hari yang dijanjikan. Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. Binasa dan terlaknatlah pemilik parit; yang berapi-api. Ketika mereka (para pembesar Najran) duduk di sekitarnya. Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Mereka tidak membenci orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Al-Buruj: 1-9)

Ketiga, Allah beberkan kedok kebencian orang-orang munafik dalam ayat berikut: “Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (Nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kafir, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini sesuatu yang mereka tidak memperolehnya. Dan tidaklah membenci dan mengingkari kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka yang beriman. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka. Dan jika mereka berpaling, niscaya Allah mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.” (QS. At-Taubah: 74)

Bentuk kejahatan orang-orang kafir ada yang Allah abadikan sebagai pelajaran bagi umat Islam hari ini agar tetap teguh dalam keimanan. Karena berpijak dari asas kebencian dan permusuhan kepada orang-orang beriman, inilah seringkali perlakuan mereka kepada setiap umat bertauhid yang tetap menjaga Laa Ilaaha illallaah. Dimana Allah telah mengabadikannya dalam beberapa ayat.

Pertama, Mengusir orang-orang beriman dari kampung halamannya sebagaimana kisah kaum Nabi Syu’aib. “Orang-orang besar yang tabiatnya menyombongkan diri dari kaum (Nabi Syu’aib) itu berkata, “Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami”. Syu’aib berkata, “Dan apakah (kamu akan mengusir kami), karena kami tidak menyukai ajakan kalian?” (QS. Al-A’raaf: 88)

Kedua, Menghina, atau bahkan menangkap, menyiksa, memerangi dan membunuh. Dan ini telah menjadi sunnatullah yang Allah gariskan atas pengikut Nabi dan Rasul, dan diabadikan Al-Qur’an: “Jika mereka menang atas kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu secara keji; dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir.” (QS. Al-Mumtahanah : 2)

Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya berkata, “Dan jikalau mereka berjumpa denganmu, atau menang dan berkuasa atas kamu. Mereka akan leluasa menggunakan tangan mereka untuk menyiksa dan membunuhmu. Dan mulut mereka untuk menghina kamu. Dan mereka berharap agar kamu kafir kepada Muhammad. Maka dari itu janganlah bersikap baik kepada mereka, karena sesungguhnya mereka tidak akan bersikap baik kepada kalian.”

Pelajaran berharga yang mesti diambil kaum muslimin hari ini di seluruh dunia adalah pentingnya bersatu padu dalam satu komando ulil amri. Sebab permusuhan kaum kafir dan munafik bersifat permanen, maka bersatunya umat Islam dalam satu kesatuan daulah adalah sebuah keharusan. Tanpa negara, maka umat Islam dalam kondisi terlemah yang bisa menjadi sasaran kejahatan kaum kafir laknatullah.

Jika umat Islam bersatu dalam satu daulah Islam, maka segala kezoliman musuh-musuh Allah dengan mudah bisa diatasi. Daulah Madinah yang dibangun Rasulullah dan dilanjutkan para khalifah setelahnya menjadi bukti sejarah dan pelajaran penting bagi generasi muslim hari ini.

Persatuan adalah salah syarat kemenangan kaum muslimin di dunia untuk menebarkan rahmat bagi alam semesta. Sebab kemenangan adalah hak Allah bagi hamba-hambaNya yang mau memperjuangkan (agama) Allah. Kepemimpinan Islam (khalifah) yang menyatukan kaum muslimin seluruh dunia akan menjadi perisai bagi umat Islam.

Sesungguhnya al Imam (khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya (HR. Al Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud)

Bagi umat Islam sedunia, tapi bagaimanapun kita juga harus merenungkan mengapa kondisi umat Islam seperti ini. Rasulullah telah jauh hari menyinggung kita, bahwa umat akan seperti buh dilautan, lemah tak berdaya, meski jumlahnya banyak. Mari kita ambil pelajaran dengan makin meningkatkan iman dan taqwa, tidak cinta dunia dan tidak takut mati bela agama.

“Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Lalu seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi SAW bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian” (HR. Abu Dawud).

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (QS Muhammad : 7). Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat (QS An Nashr : 1-3)

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS: Al-A’raf [7]: 96).

(AhmadSastra,KotaHujan,28/02/20 : 10.20 WIB)

______________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar