IMAN DAN REFLEKSI PERSAUDARAAN MUSLIM - Ahmad Sastra.com

Breaking

Minggu, 08 Maret 2020

IMAN DAN REFLEKSI PERSAUDARAAN MUSLIM



Oleh : Ahmad Sastra

Ekspresi keimanan seorang muslim bukan hanya sebatas ritual, namun lebih jauh dari itu rasa persaudaraan sesama muslim di seluruh dunia. Seorang muslim yang beriman adalah mereka yang peduli atas nasib kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, tidak mengenal batas-batas geografis. Kezoliman yang menimpa muslim di satu negara, mesti dirasakan juga oleh muslim di negara lain.

Ukhuwah Islamiyah adalah konsekuensi keimanan seorang muslim. Persaudaraan sesama muslim juga atas landasan iman, bukan karena faktor primordial yang lain. Maka, jika sesama muslim berselisih, harus didamaikan. Mencintai sesama muslim karena Allah sangat dianjurkan oleh Islam.

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS Al Hujurat: 10).

Ayat tersebut merupakan penegasan bahwa orang beriman atau mukmin itu bersaudara. Penegasan pada ayat itu menggunakan kalimat Hasyr yaitu innama yang artinya hanyasanya, dengan kata lain bahwa orang beriman itu hanyalah orang yang bersaudara.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menganjurkan sahabat-sahabatnya agar saling mengucapkan antar mereka: “Aku cinta padamu karena Allah”. Lalu dalam hadits lain Nabi menegaskan bahwa seseorang kelak di hari Kiamat akan dikumpulkan dengan orang dicintainya : “anta ma’a manahbabta”. Pada saat peristiwa hijrah, di mana para muhajirin pertama kali sampai di kota Madinah, Nabi juga langsung membangun ukhuwah antara “Muhajirin” (para sahabat yang hijrah dari Makkah ke Madinah) dan “Anshar” (para sahabat penduduk Madinah yang menyambut datangnya kaum Muhajirin)

Imam Al Qurtuby dalam kitab tafsirnya menyebutkan, persaudaraan antara orang mukmin itu karena sebab agamanya yang mulia, bukan karena sebab keturunan atau nasab. Sebab persaudaraan karena agama lebih kokoh dan tetap dari pada persaudaraan karena keturunan.

Abu Hurairah ra mengatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling memata-matai, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi. Janganlah sebagian kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allâh yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka ia tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, dan menghinakannya. Takwa itu di sini, beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali. Cukuplah keburukan bagi seseorang jika ia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap orang Muslim, haram darahnya, hartanya dan kehormatannya atas muslim lainnya”. (HR Muslim).

Rasulullah Muhammad banyak menyampaikan/memberikan perumpamaan seorang muslim hubungannya dengan muslim lainnya. Semua perumpamaan itu dimaksudkan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berakal.

Bagaikan Pohon : “Perumpamaan seorang mukmin seperti tanaman, angin menerpanya ke kiri dan ke kanan. Seorang mukmin senantiasa mengalami cobaan. Sedangka perumpamaan orang munafik seperti pohon yang kuat tidak pernah digoyangkan angina sampai ia ditebang.” (al-Hadits)

Bagaikan Bangunan : “Orang mukmin dengan orang mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, sebagian menguatkan sebagian yang lain.” [Shahih Muslim No.4684]

Bagaikan Tubuh : “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Bagaikan Cermin : “Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada diri saudaranya, maka dia memperbaikinya.” [sanadnya Hasan]

Bagaikan Lebah : “Perumpamaan seorang Mukmin seperti lebah, apabila ia makan maka ia akan memakan suatu yang baik. Dan jika ia mengeluarkan sesuatu, ia pun akan mengeluarkan sesuatu yang baik. Dan jika ia hinggap pada sebuah dahan untuk menghisap madu ia tidak mematahkannya.” (HR. Al-Baihaqi]

Bagaikan Pohon Kurma : ” Perumpamaan seorang mukmin itu seperti pohon kurma, apapun yang engkau ambil darinya pasti bermampaat bagimu.” (HR: Thobrani) Bagaikan Emas : “Perumpamaan seorang mukimin seperti lempengan emas, kalau engkau meniupkan (api) diatasnya ia menjadi merah, kalau engkau menimbangnya, tidaklah berkurang.” (HR. Baihaqi)

Oleh karena itu kondisi kaum muslimin di dunia yang kini tengah mengalami berbagai kezoliman mestinya membangkitkan iman kita untuk ikut merasakan. Ujian dalam kehidupan seorang muslim adalah ujian bagi muslim lainnya. Suka dan duka seorang muslim adalah suka dan duka muslim lainnya.

Bersikap diam dan acuh tak acuh atas kemungkaran dan kezoliman yang menimpa saudara sesama muslim diibaratkan sebagai setan bisu. Bukti keimanan seorang muslim adalah saat membela saudaranya yang tertimpa kezoliman dan membatunya saat tertimpa musibah.

Seorang mukmin mampu menempatkan diri pada posisinya. Orang zalim akan meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Orang mukmin hanya melakukan yang baik-baik, makan yang baik-baik, berkata yang baik-baik. Apapun keadaannya, ia akan berusaha melakukan yang baik-baik.

Orang mukmin adalah orang yang punya konstribusi besar kepada sesama. Apapun akan ia lakukan asal itu untuk kebaikan bagi saudaranya sesama muslim, bahkan bagi orang lain.

Muslim adalah mereka yang punya prinsip-prinsik keimanan yang kokoh, bagai emas. Menjadi mukmin seumpama menjadi emas, kokoh, tidak luluh dan menyerah dengan keadaan. Ia kukuh berpijak di atas kebenaran, tidak melebur dan mengikuti arus musuh-musuh Islam.

Kezoliman yang kini menimpa saudara kita sesama muslim di Palestina, China, Myanmar, India, Indonesia dan seluruh penjuru dunia adalah ujian bagi keimanan kita. Apakah kita ikut merasakan penderitaan mereka atau tidak. Jika ikut merasakan, maka sungguh dalam jiwa kita masih ada iman. Namun, jika tak lagi merarakan penderitaan sesama muslim, maka bisa jadi dalam hati kita telah tumbuh bibit-bibit kemunafikan.

(AhmadSastra,KotaBogor,08/03/20 : 17.20 WIB)

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar