DOA DAN AZAB : SUATU SAAT ADALAH NISCAYA - Ahmad Sastra.com

Breaking

Kamis, 16 April 2020

DOA DAN AZAB : SUATU SAAT ADALAH NISCAYA



Oleh : Ahmad Sastra

Para Nabi dan Rosul adalah pembawa risalah
Pesan kebenaran dari Tuhan
Mereka dihadirkan selalu tepat waktu
Dimana manusia mencapai puncak jahiliyah
Dimana kehidupan mencapi puncak kerusakan
Mereka tidak pernah diam

Berjuang jiwa dan raga untuk kebaikan
Mengembalikan kehidupan ke jalan Allah
Dari seluruh kebengkokan logika dan nafsu kuasa
Hingga badan harus tersiksa
Hingga nyawa harus melayang
Mereka tetap tegas dalam jalan perjuangan
Seraya terus berdoa dalam setiap kesendiriannya

Dibawah bayang-bayang kebengisan godaan iblis
Hingga Nabi Adam sempat tergelincir
Dengan tulus tobat lantas Nabi Adam berdoa
Ya Tuhan kami, kami telah menzolimi diri kami sendiri
Jika Engkau tidak menganpuni kami
Dan memberikan rahmat kepada kami
Niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi

Dibawah tirani diktator Namrud dan kaum penyembah berhala
Nabi Ibrahim tidak menangis
Dipanjatkan doa tulus kepada Allah
Agar dirinya dijadikan orang yang selalu berserah diri kepada Allah
Agar anak cucu menjadi orang-orang beriman dan bertaqwa

Dengan tenang, Ibrahim berserah diri kepada Allah
Mulutnya yang lembut hanya berucap memuji Allah : tidak ada Tuhan melainkan Engkau
Maha Suci Engkau Tuhan semesta alam
Hanya milikMu segala pujian
Hanya milikMu segala kerajaan
Tidak ada sekutu bagiMu
Hasbunallah wani’mal wakil
Cukuplah Allah sebagai penolong

Di tengah badai ujian dan penentangan kaumnya
Bahkan anak dan keluarganya
Memaksa Nabi Nuh mengadukan kepada Allah
Allahpun mengabulkan doa Nabi Nuh, lantas berfirman
Wahai bumi, telanlah airmu
Wahai langit [hujan] berhentilah
Dan airpun disurutkan dan perintahpun diselesaikan
Dan kapal itupun berlabuh di atas gunung judi
Dan dikatakan, binasalah orang-orang zolim

Di tengah kepongahan kaumnya
Yang tidak mau mengikuti ajakan Nabi Luth
Justru semakin menentang dengan perbuatan menjijikkan
Homoseksual dilakukan lebih hina dari binatang
Bahkan mereka manantang Allah untuk menurunkan azabnya
Hati Nabi Luthpun gundah dan memohon doa kepada Allah
Akhirnya binasalah kaum Nabi Luth oleh dahsyatnya azab Allah

Ditimpanya mereka dengan batu-batu yang keras
Kebinasaan bagi kaum yang melampaui batas
Kebinasaan kaum homo di daerah sodom
Karena kezaliman yang teramat besar

Inilah sekelumit cermin untuk kita hari ini
Dalam setiap kezoliman suatu kaum
Akan mengalir doa-doa kaum lemah
Hingga azab Allah diturunkan
Cepat atau lambat
Entah di dunia maupun di akherat sana

Doa dan azab
Pada suatu saat
Adalah sebuah keniscayaan

(PuisiAhmadSastra,KotaHujan,30/08/17 : 14.50 WIB)

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar