MENJAGA KEUTUHAN KELUARGA - Ahmad Sastra.com

Breaking

Rabu, 15 April 2020

MENJAGA KEUTUHAN KELUARGA



Oleh Ahmad Sastra

Menjaga keutuhan keluarga akan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Sebaliknya, berbagai kasus perceraian akan berdampak negatif bagi masyarakat keseluruhan. Menjaga keutuhan keluarga adalah upaya mencapai kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akherat. Tak mengherankan jika Allah memerintahkan umat Islam untuk menjaga diri dan keluarga dari sisksa api neraka.

Keluarga atau lingkungan rumah tangga merupakan lembaga pertama dan utama yang dikenal anak. Hal ini disebabkan, karena kedua orang tuanyalah orang yang pertama dikenal dan diterimanya pendidikan bagi anak. Bimbingan, perhatian, dan kasih sayang yang terjalin antara kedua orang tua dengan anak-anaknya, merupakan basis yang ampuh bagi pertumbuhan dan perkembangan psikis serta nilai-nilai sosial dan religius pada diri anak didik.

Penanaman nilai-nilai keislaman dalam keluarga akan semakin mendalam apabila orang tua memiliki konsep dan paradigma pendidikan yang ingin diwujudkan bagi anak-anaknya agar tercapai keturunan yang saleh, berakhlak mulia, cerdas, taat dan patuh kepada orang tua, menghargai orang lain, bermanfaat bagi dunia dan bermakna bagi kelak kehidupan akherat. Konsep dan paradigma pendidikan dalam keluarga tentunya harus dilandasi oleh nilai-nilai yang bersumber dari kebenaran yang datangnya dari Allah dan rasulNya.

Dengan demikian, keluarga merupakan tempat dilakukannya pendidikan yang mendasar tentang pendidikan keagamaan, termasuk pendidikan agama Islam. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa keluarga dipandang sebagai peletak dasar pembinaan komunikasi nilai-nilai agama Islam.

Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang sangat vital, terutama bagi keberlangsungan pendidikan generasi muda maupun bagi pendidikan bangsa pada umumnya. Pendidikan keluarga pada dasarnya merupakan komunikasi timbal balik antara orang tua dengan anak melalui pembinaan bahasa, tanda-tanda tertentu, simbol-simbol yang bermuatan nilai-nilai yang tergambar dalam perilaku sosial di tengah situasi dan interaksi antaranggota keluarga.

Keluarga merupakan kelompok atau unit terkecil dari sebuah masyarakat. Baik tidaknya suatu masyarakat sangat ditentukan oleh baik tidaknya keadaan keluarga umumnya pada masyarakat tersebut. Mewujudkan kondisi masyarakat yang baik harus dimulai dari kondisi keluarga yang baik pula.

Pembinaan dan pendidikan yang berlangsung dalam keluarga akan berimplikasi positif terhadap tumbuh kembang anggota keluarga terutama anak agar sesuai dengan fitrah dan diridhai Allah SWT. Orang tua berkewajiban menjaga keluarga dengan cara mendidik dan membina keluarganya.

Untuk memperbaiki masyarakat, diperlukan upaya untuk mereposisikan fungsi dan peran keluarga. Pendidikan dalam keluarga perlu djadikan kurikulum pendidikan, baik di sekolah-sekolah ataupun di masyarakat. Keluarga setidaknya memiliki peran dan fungsi biologis, regeneratif, protektif, ekonomis, psikologis, sosialisasi, religius dan edukatif.

Proses sosialisasi dan penanaman nilai pada diri anak secara praktis dimulai sejak anak dilahirkan. Dalam Islam, secara teoritis upaya penanaman nilai-nilai pendidikan sudah dimulai sejak awal pemilihan jodoh.

Dalam konteks ini, nabi SAW telah memberikan isyarat dengan empat kriteria yaitu karena kecantikannya, kekayaannya, keturunannya dan agamanya. Dari keempat kriteria itu jika ingin mewujudkan situasi keluarga sakinah yang bernuansa islami, hendaknya menjadikan kriteria agama menjadi kriteria utama.

Menurut pandangan Zakiah Daradjat bahwa pertumbuhan kepribadian anak sangat bergantung kepada pengalamannya dalam keluarga. Sikap dan pandangan hidup orang tuanya, sopan santun mereka dalam pergaulan, baik dengan anggota keluarga, maupun dengan tetangga, atau masyarakat pada umumnya akan diserap oleh anak dalam pribadinya.

Demikian pula sikap mereka pada agama, ketekunan menjalankan ibadah dan kepatuhan terhadap ketentuan agama, serta pelaksanaan nilai-nilai agama dalam kehidupannya sehari-hari, juga akan menjadi faktor pembinaan bagi anak secara tidak sengaja.

Disamping itu semua, yang sangat pentingpun adalah cara orang tua memperlakukan anak-anak mereka, apakah ada pengertian dan kasih sayang yang wajar dan sehat. Pemahaman atas nilai-nilai agama, kesadaran dan komitmen terhadap nilai-nilai itu adalah dasar bagi keutuhan keluarga.

(AhmadSastra,15/04/20 : 18.00 WIB)

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar