OPTIMISME RAMADAN DI TENGAH WABAH CORONA - Ahmad Sastra.com

Breaking

Jumat, 17 April 2020

OPTIMISME RAMADAN DI TENGAH WABAH CORONA



Oleh : Ahmad Sastra

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS Al Baqarah : 183).

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [QS Al Baqarah : 218].

Kebahagiaan kaum muslimin di seluruh dunia dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan tahun ini harus tetap terjaga, meski di tengah pandemi global wabah corona. Istimewanya Ramadhan kali ini justru menyimpan beribu hikmah yang bisa dipetik selama menjalani ibadah di tengah wabah.

Puasa Ramadhan adalah ibadah yang menggambarkan tingkat keimanan dan ketaqwaan seorang muslim. Sebab puasa merupakan aktivitas yang hanya mampu dijalankan oleh orang-orang beriman. Puasa juga adalah ibadah yang akan menjauhkan segala perilaku yang yang bisa membatalkan atau mengurangi pahala.

Diantara banyak aktivitas ibadah dalam Islam, maka ibadah puasa di bulan Ramadhan inilah yang langsung akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah, tanpa perantara catatan malaikat. Sebab ibadah puasa begitu istimewa di hadapan Allah, maka berbahagialah menyambut kedatanganya.

Mungkin sepanjang hidup, baru tahun ini kaum muslimin di dunia menjalankan ibadah puasa di tengah wabah. Coronavirus yang menjadi pandemi global di awal 2020 di hampir 200 negara mungkin merupakan penularan tercepat dan terluas. Pandemi virus sebagai mikroorganisme patogen yang menginfeksi sel makhluk hidup.

Dalam perspektif virologi, virus disebut virion ketika berbentuk partikel independen karena tidak sedang berada di dalam sel atau tidak dalam proses menginfeksi sel. Virion terdiri atas materi genetik berupa asam nukleat seperti DNA dan atau RNA yang diselubungi lapisan protein yang disebut kapsid.

Karakter dasar virus adalah hanya bisa berkembangbiak disaat berada dalam sel makhluk hidup tertentu seperti manusia, hewan dan bahkan tumbuhan. Dalam bahasa teologis, virus ditakdirkan memiliki sifat-sifat tidak seperti makhluk hidup lainnya. Meski demikian, disaat menginfeksi, maka virus bisa menyebabkan penyakit dan kematian.

Karena itu karakter khas virus terasosiasi dengan penyakit tertentu pada makhluk hidup. Banyak virus yang menginfeksi manusia seperti virus HIV dan influenza. , virus yang menginfeksi hewan misalnya virus flu burung dan virus tumbuhan semisal virus mosaik tembakau.

Perspektif saintifik di atas memberikan gambaran bahwa percepatan penularan bagi yang sudah terinveksi covid-19 begitu cepat. Maka, sebagai seorang muslim sudah selayaknya berikhtiar agar tidak tertular virus dan juga tidak menularkan virus. Wabah ini adalah musibah sebagai ujian bagi hamba-hambaNya.

Dalam hal ini Allah menegaskan, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia” (QS Ar Ra’d : 11)

Ayat diatas menunjukkan korelasi kuat antara saintifik riset yang rasional dengan keyakinan teologis. Keduanya bukanlah dua hal yang saling bertentangan, namun saling menguatkan. Disaat Allah menakdirkan virus sebagai asbab munculnya penyakit, maka manusia diperintahkan berfikir bagaimana bisa terhindar dari penyakit. Meminjam bahasa Khalifah Umar adalah berpindah dari satu takdir ke takdir lain yang lebih baik.

Meskipun covid-19 telah menjadi pandemi global, namun tentu saja tidak menghalangi kaum muslimin untuk tetap menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan. Kematian yang begitu banyak dengan asbab coronavirus justru mestinya menambah ketaqwaan kepada Allah, terlebih di saat menjalankan puasa.

Masjid-masjid idealnya tetap menjalankan ibadah sholat tarawih dengan protokol yang standar. Masjid harus memastikan bahwa yang ikut sholat jamaah tarawih adalah yang sehat. Sementara yang sakit, diharuskan ibadah di rumah. Saat sholat diberikan jarak, memakai masker dan selalu disiapkan alat-alat pembersih.

Kaum muslimin harus mampu menangkap hikmah dibalik setiap musibah yang Allah hadirkan di tengah-tengah kehidupan manusia. Diantara hikmah yang bisa diambil dari musibah corona adalah sebagai penyaring mutu keimanan dan ketaqwaan, musibah sebagai penghapus dosa, musibah sebagai siklus kehidupan, dan ujian sebagai tahapan menuju kemenangan dan surga jika dihadapi dengan kesabaran.

Tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk tidak berbahagia menyambut bulan agung ini, sebab bisa jadi inilah Ramadhan terakhir yang dijalani. Segala konsekuensi akibat wabah harus diterima dengan lapang dada, tanpa harus mengurangi intensitas ibadah selama bulan suci ini. Justru dengan hati bahagia dan banyak zikir dan ibadah akan meningkatkan imun tubuh dari serangan virus.

Ramadhan datang, maka suatu saat akan berakhir dan meninggalkan manusia. Begitupun kehidupan manusia akan berakhir dengan kematian. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Bahkan jikapun Allah mengambil usia kita disaat Ramadhan dalam situasi wabah, maka kematian itu seperti mati syahid fi sabilillah. Kematian terindah adalah mati syahid husnul khotimah.

Di bulan suci Ramadhan, doa-doa kaum muslimin akan diijabah oleh Allah. Maka, tidak ada salahnya jika selama berpuasa selalu memanjatkan doa agar wabah corona ini secepatnya dihilangkan atas izin dan kasih sayang Allah. Pascacorona, umat berharap akan muncul tata kehidupan yang lebih baik, yakni kehidupan yang diridhoi Allah.

Oleh karena itu, seorang mukmin tetap harus menjaga spirit dan optimisme selama menjalani ibadah puasa Ramadhan, meski didera musibah. Imam Syafei pernah mengatakan “ Biarkan hari-hari berbuat semaunya. Dan buatlah hati ini rela ketika takdir ini tiba. Jangan gelisah dengan kelamnya malam. Karena peristiwa dunia ini tidak ada yang abadi”.

(AhmadSastra,KotaHujan,17/04/20 : 15.40 WIB)

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar