DILEMA BELAJAR DARING - Ahmad Sastra.com

Breaking

Selasa, 04 Agustus 2020

DILEMA BELAJAR DARING


 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Meskipun kondisi masih pandemi wabah, namun setiap warga negara tetap berhak mendapatkan jaminan pendidikan dari negara. Mempermudah akses belajar daring adalah kewajiban negara kepada seluruh pelajar dan mahasiswa.

 

Sistem pendidikan adalah komponen fundamental  bagi kemajuan peradaban sebuah bangsa.  Sebagai investasi  jangka panjang, sistem pendidikan akan menentukan arah dan hitam putihnya sebuah bangsa. Paradigma sebuah bangsa terhadap hakekat pendidikan akan menghasilkan jati diri bangsa tersebut. Karena itu seluruh bangsa yang ingin maju senantiasa memberikan perhatian yang serius terhadap sistem pendidikan yang dibangunnya. 

 

Pendidikan yang beradab akan menghasilkan bangsa yang berperadaban. Kehancuran sebuah bangsa adalah akibat kesalahan pandang terhadap eksistensi manusia yang dirumuskan dalam visi pendidikannya. Pandangan yang benar tentang manusia akan berimplikasi kepada sistem manajemen pendidikan yang dijalankan.

 

Visi pendidikan nasional untuk mewujudkan generasi bangsa yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia serta berilmu pengetahuan harus diwujudkan secara sungguh-sungguh karena menjadi bagian dari kewajiban negara untuk memenuhi hak rakyatnya. Ibarat orang tua kepada anaknya, maka pendidikan adalah hak semua warga negara yang bebas biaya. Sebab pada ujungnya rakyat terdidik akan menjadi berperan membangun kemajuan peradaban negaranya.

 

Konstitusi negeri ini jelas mengamanahkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN ditambah anggaran penanganan Covid-19 yang konon mencapai 900 triliun lebih. Dengan demikian, belajar daring sebagai alternatif belajar di tengah pandemi, demi menyelamatkan nyawa murid harus diikuti oleh kebijakan pemerintah untuk menjamin kesediaan akses internet secara gratis.

 

Akibat pandemi global, kini dunia terancam mengalami resesi yang mungkin tidak akan pernah dibayangkan sebelumnya. Awal 2020 bank dunia masih optimis ekonomi akan tumbuh 2,5 persen, namun pada medio tahun ini Bank Dunia memprediksi bahwa pandemi covid 19 mengakibatkan seretnya perekonomian antarnegara. Pelambatan ekonomi ini kemudian bertransmisi secara global, menjangkiti bukan hanya negara-negara miskin dan berkembang, namun juga maju. Pandemi corona telah menimbulkan new abnormal berupa ancaman resesi global.

 

Bank dunia bahkan menyatakan bahwa program stimulus tidak akan mampu meredam penyusutan ekonomi yang berjalan. Jurang resesi global akibat pandemi tak bisa terelakkan lagi. Sementara proses pemulihan tidak bisa dilakukan dalam waktu yang cepat. Akibatnya ancaman bertambahnya angka kemiskinan dan pengangguran tak bisa dihindari.

 

Pembelajaran daring tentu mengalami dilema di saat ada wilayah yang secara geografis tidak bisa dijangkau oleh jaringan internet. Begitupun secara ekonomis, dimana masih banyak masyarakat yang mengeluh tidak bisa mengikuti belajar daring karena ketidakmampuan membeli pulsa. Faktanya pandemi ini sangat memukul ekonomi keluarga karena terjadinya gelombang PHK. Belum lagi ketika keluarga dihadapkan dengan kenaikan berbagai kebutuhan hidup seperti TDL dan BPJS. 

 

Belajar daring bagi sekolah swasta juga memiliki dampak ekonomi tersendiri bagi para guru. Sebab selama ini pembiayaan operasional sekolah dan gaji guru masih mengandalkan bayaran dari para murid. Pembelajaran daring sangat berdampak kepada kondisi ekonomi guru karena hak-haknya tidak bisa dipenuhi secara optimal. Sebab tidak semua guru mendapat sertifikasi profesi keguruan.

 

Koneksi psikologis antara guru dan murid juga menjadi persoalan tersendiri selama pembelajaran daring. Idealnya pendidikan dilakukan tatap muka secara langsung, sebab ada aspek psikologis yang tak bisa diwakili oleh visual jarak jauh. Aspek psikologi guru dan siswa bertujuan membangkitkan aspek kebatinan yang mampu membentuk pola sikap.

 

Aspek psikologis juga bisa diwujudkan dengan perilaku guru sebagai prototype sepanjang proses belajar mengajar. Keteladanan seorang guru dalam berpola pikir dan sikap hanya bisa dijalankan secara komprehensif jika ada interaksi langsung. Sementara esensi pendidikan secara umum adalah sebuah proses transfer of values, selain tentu saja transfer for knowledge.

 

Menghabiskan beberapa jam setiap hari di depan laptop atau handphone tentu juga sangat mempengaruhi kesehatan mata para murid, terlebih kepada murid-murid Taman Kanak-kanak dan sekolah dasar. Keceriaan belajar dan interaksi antar murid dan guru sulit diwujudkan melalui pembelajaran jarak jauh via online.

 

Ketidaksiapan proses pembelajaran jarak jauh tentu akan memberikan efek domina di berbagai aspek yang melingkupinya. Kondisi  ini harus menjadi perhatian yang sangat serius bagi pemerintah. Prinsipnya pemerintah mestinya memiliki sense of crisis yang dialami rakyat. Pemerintah harus berupaya optimal meringankan beban rakyat, bukan justru menambahnya.

 

Model pembelajaran daring sebagai upaya menyelamatkan nyawa pelajar dan guru di tengah perkembangan pandemi yang masih bersifat ekponensial adalah langkah yang bijak. Namun, memikirkan dan memberikan solusi atas dampak yang harus ditanggung rakyat adalah bagian dari kewajiban negara. Pemerintah juga harus sungguh-sungguh menyelesaikan wabah covid-19 ini hingga sama sekali hilang dari negeri ini.

 

Pembelajaran offline di tengah pandemi yang belum melandai karena hampir seluruh aktivitas masyarakat kembali dibuka sangat beresiko, jika tidak hendak dikatakan ceroboh. Pembelajaran offline berbasis sekolah berasrama semisal pesantren juga memilki resiko sangat besar jika tidak ditangani secara baik. Inilah tantangan sekaligus ujian besar bagi bangsa ini. Mestinya negeri ini melihat ujian dari sisi spiritualitas yang melahirkan keimanan dan ketaqwaan sekaligus sisi saintifik yang melahirkan ikhtiar yang maksimal dan terukur.

 

 (AhmadSastra,KotaHujan,25/07/20 : 06.50 WIB)



__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar