MENGENANG JEJAK, MENITI JALAN PERJUANGAN - Ahmad Sastra.com

Breaking

Selasa, 15 September 2020

MENGENANG JEJAK, MENITI JALAN PERJUANGAN

 



 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Jejak keislaman itu begitu nyata

Terbentang luas merata

Seantero bumi Nusantara

Dari Aceh hingga Papua

Dari Barat hingga Timurnya

 

Jejak keislaman itu begitu indah mempesona

Masjid-masjid dengan kubah indahnya

Makam-makam para pejuang agama

Kerajaan-kerajaan Islam mewarnai nusantara

Pertanda jejak khilafah adalah fakta

 

Bermula dari abad ke tujuh

Lewat jalur pelayaran selat Malaka

Menjadi penghubung dinasti Tang di Cina

Dengan Sriwijaya di Asia Tenggara

Dan Bani Umayyah di Asia Barat

 

Adalah Raja Sriwijaya Jambi Srindravarman

Berkirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Seorang khalifah dari Khilafah Bani Umayah

Untuk mengirimkan dai agar menjelaskan Islam

Pertanda ada jejak kuat antara Khilafah dan Nusantara

 

Bahkan isi surat itu masih bisa kita baca :

Dari raja diraja yang adalah keturunan seribu raja

Yang cucunya juga cucu seribu raja

Yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah

Yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu

Kepada raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan.

Saya ingin anda mengirimkan seorang yang dapat mengajarkan Islam

 

Sejak itu, berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara

Kerajaan Islam Ternate Maluku dengan Raja Muslim Bayang Ullah

Kerajaan Islam Tidore dan Bacan Maluku

Kesultanan Sambas, Pontianak, Banjar, Sintang dan Kutai.

Samudra Pasai, Aceh Darussalam, Palembang.

 

Kesultanan Demak dan dilanjutkan kesultanan Jipang

Kesultanan Pajang, kesultanan Mataram di Jawa

Kesultanan Banten dan Cirebon didirikan oleh Sunan Gunung Jati.

Di Sulawesi, Islam diterapkan oleh kerajaan Gowa,Tallo, Bone, Wajo, Soppeng dan Luwu

Di Nusa Tenggara, Islam diterapkan oleh kesultanan Bima.

 

Jejak khilafah di Nusantara

Sejarah terindah dalam kehidupan berbangsa

Tak mungkin dihapus, apalagi dilupa

Meski para penjajah dan pengkhianat terus berupaya

Namun, jejak itu kini bahkan makin nyata

 

Jejak khilafah bukanlah romantisme tanpa makna

Bukan pula sekedar menjadi berhala tanpa nyawa

Yang dibanggakan dan diceritakan dimana-mana

Bukan pula sekedar dokumentasi naratif di lemari perpustakaan

Jejak sejarah adalah petunjuk dan pelajaran

Untuk meniti perjuangan mengembalikan kejayaan itu

 

Mengenang jejak, meniti jalan perjuangan

Mengenang jejak, mengukir peradaban

Mengenang jejak, mewujudkan kejayaan

Kejayaan peradaban yang telah dijanjikan

Itulah khilafah ‘ala minhaji an nubuwwah yang kedua

Semoga kita menjadi pejuangnya dan bisa menyaksikannya

 

(AhmadSastra,KotaHujan,17/08/20 : 19.00 WIB)

 

 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar