PARADOKS INDONESIA : YANG SALAH DIPERTAHANKAN DAN YANG BENAR DISINGKIRKAN - Ahmad Sastra.com

Breaking

Kamis, 10 September 2020

PARADOKS INDONESIA : YANG SALAH DIPERTAHANKAN DAN YANG BENAR DISINGKIRKAN

 



 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Perahu negeriku, perahu bangsaku, menyusuri gelombang…tapi ku heran, ditengah perjalanan, muncullah ketimpangan. …yang serakah diagungkan. Aku heran, aku heran yang salah dipertahankan. Aku heran, aku heran yang benar disingkirkan. Perahu negeriku, perahu bangsaku, jangan retak dindingmu… tanah pertiwi, anugerah ilahi, jangan ambil sendiri…aku heran, aku heran, satu kenyang seribu kelaparan…(Perahu Retak, Franky Sahilatua).

 

Masih ingat lagi Franky diatas ?. Tentu saja yang lahir awal tahun 80 an akan sangat ingat lagu yang sangat viral saat itu. Lagu ini memberikan sebuah gambaran paradoks Indonesia. Di negeri yang kaya raya ini yang terjadi justru kelaparan, kerakusan dan kezaliman. Rakyat tidak pernah mendapatkan apa yang menjadi haknya untuk bisa hidup sejahtera. Lagu ini nampaknya makin menjadi kenyataan, meski negeri ini telah merdeka selama 75 tahun.

 

Seperti diketahui secara jamak, bahwa sejak negeri ini merdeka telah menerapkan ideologi kapitalisme sekuler dengan sistem negera demokrasi. Ideologi transnasional ini sangat anti agama. Bahkan akhir-akhir ini menteri agama justru seolah memusuhi agama Islam. Dikatakan bahwa radikalisme masuk melalui pintu good looking.

 

Tak tanggung-tanggung, good looking dikaitkan dengan pribadi muslim yang sesungguhnya adalah mulia seperti hafal al Qur’an, Imam Masjid, pandai berbahasa Arab dan pengurus masjid. Sebelumnya pemerintah juga mempersoalkan cadar, celana cingkrang dan jenggot. Simbol-simbol agama Islam ini dikaitkan dengan radikalisme dan terorisme. Sungguh ironi dan sangat mengakitkan hati umat Islam.

 

Di negeri demokrasi sekuler seperti Amerika, ketaatan kepada agama justru dituduh sebagai perilaku berbahaya yang berpotensi mengancam negara. Sementara homoseksual, seks bebas, perselingkuhan, perjudian, pelacuran dianggap sebagai kebebasan berekspresi yang merupakan hak asasi setiap manusia. Sungguh ironis dan menjijikkan.

 

Di Indonesia sendiri bahkan perilaku homoseksual yang bahkan binatangpun tidak melakukan jusru banyak dibela dan dilindungi dibawah bendera hak asasi manusia. Pemerintah tidak pernah terlihat mengecam perilaku yang justru mendatangkan azab Allah ini. Bahkan negeri ini tidak pernah secara serius menghapus konten-konten porno di internet. Padahal semua ini telah meluluh lantakkan generasi bangsa ini.

 

Inilah watak busuk demokrasi sekuler, dimana kebenaran agama justru dicurigai dan berusaha disingkirkan, sementara kemaksiatan yang mendatangkan murka Allah justru dilindungi dan dipelihara. Sekulerisme sendiri hakikatnya adalah ideologi setan yang memisahkan antara agama dan kehidupan, agama dan negara serta agama dan politik.

Itulah mengapa jika umat Islam bangkit dengan ekonomi selalu diawasi, sementara jika bangkit dengan politiknya, langsung diberantas sampai akar-akarnya. Perppu ormas yang pada akhirnya berhasil mencabut BHP HTI adalah bukti nyata akan kejahatan sekulerisme ini. Sebab HTI adalah satu-satu partai ideologis yang ingin membangkitkan umat Islam dan mengusir ideologi kapitalisme sekuler dan komunisme ateis.

 

Padahal HTI justru bergerak di luar parlemen, namun mengapa dipersoalkan. Sebab HTI telah berhasil menyadarkan umat akan segala bentuk kezaliman sistemik akibat penjajahan asing dan aseng. Sementara partai-partai intra parlemen yang kerjanya hanya korupsi, kolusi dan nepotisme hingga menyengsarakan rakyat justru dipelihara. Para pegundal kapitalis yang telah memiskinkan rakyat justru dimanjakan. Ironis memang.

 

Demokrasi sekuler adalah ideologi setan yang selamanya tidak akan rela melihat Islam kembali berjaya. Apalagi ideologi iblis komunsime ateis, selamanya akan terus memusuhi Islam. Keduanya tidak akan rela melihat umat Islam bersatu dan bangkit dengan spirit kalimat tauhid. Nah, disinilah HTI dianggap sebagai penghalang terbesar di negeri ini. Padahal HTI ingin menghapus segara bentuk penjajahan diatas dunia dan ingin menyatukan kembali negeri-negeri muslim di seluruh dunia. Bukankah itu bagus.

 

Ya bagus untuk yang punya keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Namun sangat berbahaya bagi para penjajah dan budak-budaknya. Jika dahulu ada masyumi yang memperjuangkan tegaknya Islam dibubarkan ole horde lama, maka kini HTI lah yang menjadi korbannya. Sayangnya demokrasi pengecut, menggunakan kekuasaan setelah kalah secara intelektual.

 

Namun, memang seperti itulah kehidupan. Kebatilan selamanya akan terus bertentangan dengan yang haq. Islam akan terus dimusuhi oleh musuh-musuh Allah hingga hari kiamat. Tinggal kita mau berdiri dimana, apakah berdiri sebagai pejuang Islam atau sebagai pecundang yang menghalangi kebangkitan Islam bekerjasama dengan para penjajah kafir.

 

Ingatlah apa yang dialami oleh Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Nabi Muhammad saat terus dizolimi oleh penguasa kufur karena memperjuangkan Islam. Hidup itu pilihan, mau berpihak kepada Musa atau fir’aun, mau berpihak kepada Ibrahim atau Namrud dan berpihak kepada Muhammad atau Abu Jahal. Silahkan dipilih, sebab sejarah akan terus berulang.

 

Sekedar renungan untuk kita semua, perhatikan firman Allah berikut : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya ( QS An Nisaa : 60)

 

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna" (QS An Nisaa : 61-62)

 

(AhmadSastra,KotaHujan,10/09/20 : 17.00 WIB)

 

 

 

 

 

 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar