INDONESIA : IRONI NEGERI YANG SALAH JALAN - Ahmad Sastra.com

Breaking

Senin, 04 Januari 2021

INDONESIA : IRONI NEGERI YANG SALAH JALAN




 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Indonesia, sebuah negeri katulistiwa yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat luar biasa. Bagi orang beriman, kekayaan alam adalah anugerah yang diberikan Allah yang wajib disyukuri. Sebab, Allah adalah Tuhan Pencipta bumi dan isinya, langit  berserta bintang-bintangnya dan seluruh jagat raya serta keindahannya ini.

 

Namun demikian bagi orang-orang kafir, hati mereka telah tertutup dari keyakinan akan ketuhanan Allah SWT. Bagi kaum musyrik, mereka justru menduakan Allah, sementara bagi kaum munafik, mereka menentang ketentuan-ketentuan Allah.

 

Orang munafik selalu dekat kepada kaum kafir dan menutupi segala kebenaran Islam. Mereka selalu menghalangi usaha-usaha penerapan hukum Allah. Padahal Allah sudah sangat jelas bahwa segala hukum dan keputusan itu hanya milik Allah. Allah tegas juga memerintahkan kepada manusia hanya menyembah kepada Allah, namun sayangnya kebanyakan manusia dungu.

 

Perhatikan firman Allah : Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (QS Yusuf : 40).

 

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu (QS An Nisaa’ : 61).

 

Ketidaktaatan manusia kepada hukum dan aturan Allah bermakna bahwa manusia lantas mencari hukum selain dari Allah, bahkan dengan sombongnya manusia membuat hukum sendiri yang justru bertentangan dengan Allah. Kapitalisme demokrasi sekuler dan komunisme sosialisme ateis adalah dua konsep aturan hukum yang kini banyak diterapkan di dunia.

 

Indonesia sendiri ikut menerapkan kedua hukum yang sesat dan menyesatkan di atas dengan mengabaikan hukum dan ketentuan Allah yang tertera dalam Al Qur’an dan Al Hadist. Akibatnya tentu saja muncul cara pandang (worldview) terhadap manusia, kehidupan dan  alam semesta yang berseberangan dengan hukum dan aturan Allah.

 

Jika Allah menetapkan kebaikan bagi manusia, maka kapitalisme dan komunisme justru menetapkan keburukan bagi manusia. Jika Allah menetapkan perbaikan bagi kehidupan, maka kedua ideologi itu justru menimbulkan kerusakan bagi kehidupan manusia. Jika Allah hendak memeliharan alam semesta dengan hukumnya, maka kapitalisme dan komunisme justru telah menimbulkan berbagai kerusakan lingkungan.

 

Berbagai kerusakan atas pola pikir dan sikap manusia selain dari sumber Islam telah ditegaskan Allah dalam firmanNya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS Ar Ruum : 41).

 

Di ayat ini jelas Allah telah memperlihatkan sekaligus mengingatkan kepada manusia atas kesalahan fundamental dengan menerapkan ideologi setan kapitalisme dan komunisme dengan timbulnya berbagai kerusakan manusia, kehidupan dan alam semesta. Allah juga memberi peringatan agar manusia kembali kepada jalan lurus yakni Islam.

 

Sebab jika dipikirkan secara mendalam, maka didapatkan kesimpulan bahwa segala musibah yang terjadi disebabkan oleh kedua ideologi ini. Maknanya adalah bahwa banyak bencana yang merupakan kausalitas atas kesalahan perbuatan manusia itu sendiri. Allah sendiri tidak pernah menzalimi hambaNya, kecuali hamba itu yang menzalimi dirinya sendiri.

 

Dengan sangat tegas, Allah menjelaskan hal di atas dengan firmanNya : Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS Asy Syura : 30).

 

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (QS Thahaa : 124).

 

Oleh karena itu, baik individu manusia maupun negara hendaknya kembali kepada jalan yang lurus, yakni hukum dan aturan yang telah Allah tetapkan dalam Al Qur’an dengan membuang jauh-jauh aturan dan hukum setan kapitalisme dan komunisme. Dengan hukum Islam, maka negeri ini akan berjalan di atas jalan lurus, sementara dengan ideologi kapitalisme, negeri ini sedang terjerembab kepada jalan salah dan sesat. Allah adalah Tuhan dan sumber kebenaran yang berhak disembah, tidak ada yang lain.

 

Mari kita renungkan firmanNya : Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS Ali Imran : 18).

 

Sementara Islam dengan hukum dan aturannya adalah sempurna dan menyempurnakan, adil dan melahirkan keadilan, benar dan menujukkan kebenaran atas kebatilan. Cukuplah dengan Islam yang sempurna, maka negeri ini akan menjadi negeri yang penuh keberkahan dibawah ridho Allah. Sebab negeri ini milik Allah, maka kembalikan kepada Allah dengan menerapkan hukumNya.

 

Allah menegaskan kesempurnaan Islam dengan firmanNya : Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu (QS Al Maidah : 3). Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. (QS Ali Imran : 19)

 

Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu (QS Al Baqarah : 147). Dan katakanlah, kebenaran itu datangnya dari Rabbmu (QS Al Kahfi : 29).

 

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS Ali Imran : 85).

 

Indonesia adalah sebuah ironi negeri yang salah jalan di saat menerapkan ideologi setan kapitalisme dan komunisme. Meski rakyatnya mayoritas muslim, namun disaat Islam tidak dijadikan sebagai sumber sistem dan perundang-undangan, maka Islam hanya sebatas ritualistik, tidak pernah akan menjadi rahmat bagi alam semesta. Kesempurnaan Islam justru disaat diterapkan secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Dengan penuh keimanan dan ketakwaan, saatnya negeri ini berhijrah sestemik menuju Islam kaffah agar lahir keberkahan dari langit dan bumi atas izin Allah. Esensi keimanan adalah percaya secara total atas keberadaan Allah sebagai Tuhan yang disembah. Esensi ketakwaan adalah melaksanakan dan menerapkan seluruh hukum Islam dalam kehidupan individu, keluarga, masyarakat maupun negara.

 

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS Al A’raf : 96).

 

(AhmadSastra,KotaHujan,04/01/21 : 12.00 WIB)  

 

 

 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad


Tidak ada komentar:

Posting Komentar