MERAWAT BUMI - Ahmad Sastra.com

Breaking

Sabtu, 23 Januari 2021

MERAWAT BUMI

 


 

 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS Ar Ruum : 41).

 

Duka bersama terus menyelimuti negeri ini dengan peristiwa bencana alam yang seolah tak berhenti menimpa. Sepanjang tahun 2020 hingga awal tahun 2021, bencana hidrometereologi seperti banjir, tanah longsor dan banjir bandang sering terjadi. Dalam catatan BNBP tahun 2021, hingga 10 Januari saja, negeri ini telah ditimpa bencana sebanyak 76 kali.

 

Setidaknya ada dua bentuk musibah berupa bencana alam yang menimpa manusia. Pertama adalah bencana alam yang terjadi akibat hukum kausalitas, yakni bencana alam yang terjadi akibat kesalahan pengelolaan lingkungan oleh manusia, seperti banjir yang sering terjadi di negeri ini.   

 

Kedua adalah musibah berupa bencana alam yang semata-mata terjadi karena kehendak Allah, tanpa ada campur tangan manusia, seperti gunung meletus, tsunami atau badai. Allah hendak menunjukkan kekuasaanNya kepada manusia untuk menguji hamba-hambanya yang tetap bersabar dan mau mengambil ibrah. Dengan memahami kemahakuasaan Allah, diharapkan manusia hanya bersandar kepada pertolongan Allah.

 

Bencana alam karena akibat perbuatan manusia berupa kerusakan lingkungan, baik di darat maupun di laut menyisakan renungan mendalam bagi manusia pada umumnya. Allah menciptakan manusia sesungguhnya untuk menyembah Allah semata sekaligus menjadi seorang khalifah. Khalifah adalah seorang mukmin yang menjaga bumi berdasarkan hukum dan aturan Allah.

 

Karena itu, peristiwa banjir yang melanda berbagai wilayah di negeri ini bukanlah karena kesalahan curah hujan yang tinggi. Sebab hujan justru merupakan anugerah Allah untuk menghidupkan berbagai tanaman dan bumi yang kering. Air hujan justru harus dikelola dengan baik.

 

Namun, pengelolaan bumi yang salah seperti adanya eksploitasi bumi yang ugal-ugalan dan deforesisasi tanpa batas dengan pembakaran justru akan memicu terjadi banjir. Sebab banjir disebabkan oleh hilangnya resapan air akibat berbagai kerusakan bumi.

 

Manusia sebagai khalifah semestinya segera sadar untuk tidak merusak lingkungan demi keuntungan duniawi semata. Sementara Allah telah menata alam semesta sedemikian rupa, sedangkan manusia seringkali justru merusaknya. Menjaga bumi sesuai dengan ketentuan Allah akan memberikan kebaikan bagi kehidupan manusia.

 

Jika bumi ini telah rusak dan tak lagi memiliki keseimbangan alam, maka seluruh manusia yang akan menanggung akibatnya, baik yang beriman maupun yang tidak beriman. Jika bumi ini tidak dijaga, maka selamanya akan terjadi bencana alam yang merugikan manusia itu sendiri. Menjaga bumi adalah kawajiban seluruh manusia yang tinggal di buminya Allah ini, terlebih orang beriman.

 

Keimanan dan ketaqwaan dalam arti menjalankan hukum dan aturan Allah dalam mengelola bumi akan mendatangkan keberkahan dari langit dan bumi. Pembangkangan atas aturan Allah dalam mengelola bumi akan mendatangkan berbagai bencana. Sudah saatnya, manusia segera kembali kepada jalan yang benar, agar segala musibah dan bencana di negeri ini berkahir.

 

(AhmadSastra,KotaHujan,23/01/21 : 14.30 WIB)

 

 

 

 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar