TETAPLAH MENYUARAKAN KEBENARAN ISLAM, MESKIPUN DITUDUH RADIKAL OLEH PARA PENDUSTA AGAMA - Ahmad Sastra.com

Breaking

Minggu, 11 April 2021

TETAPLAH MENYUARAKAN KEBENARAN ISLAM, MESKIPUN DITUDUH RADIKAL OLEH PARA PENDUSTA AGAMA



 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu (Q.S. An-Nahl 16: 36)

 

Dulu Fir’aun menyebarkan berita bohong melalui penyiaran yang ada di zaman itu. Ia menuduh Nabi Musa sebagai pembohong, tukang sihir, orang gila, sombong, hina, ngomong tidak jelas dan tidak lancar, mabuk kekuasaan, ingin mengusir kaum Fir’aun dari negeri Mesir, berambisi untuk menghegemoni, rakus jabatan dan tuduhan-tuduhan jahat lainnya.

 

Hal itu tidak mengherankan bila muncul dari Fir’aun dan para pendukungnya. Karena mereka ingin mempertahankan kekuasaan dan kedudukannya. Mereka tidak siap meninggalkan kezaliman yang sudah bertahun-tahun mereka lakukan di negeri Mesir. Orang zalim bila meninggalkan kezalimannya ia akan mati, karena memang itulah sumber penghidupan mereka.

 

Padahal Musa adalah seorang Rasul, utusan Allah yang diberikan amanah untuk menyampaikan risalah Islam. Nabi Musa tugasnya hanya menyampaikan kebenaran Islam kepada masyarakat dan para penguasa pada zamannya. Namun, karena saat itu banyak pendusta agama yang didukung oleh penguasa zalim, maka Musa mendapatkan berbagai bentuk tuduhan keji dari mereka, itulah sunnatullah dalam dakwah dan perjuangan.

 

Nabi Ibrahim yang juga merupakan nabi yang diutus Allah untuk menyampaikan risalah Islam tidak luput dari kezaliman penguasa diktator namrud. Namrud bin Kan'an pun disebut-sebut sebagai tiran berdarah dingin dan tak segan menghukum siapa pun yang menolak tunduk terhadap perintahnya. Ia sosok yang ingin dipuja hingga ia memproklamasikan diri menjadi tuhan yang wajib disembah rakyatnya.

 

Dakwah Nabi Ibrahim kepada Namrud terekam jelas dalam surah al-Baqarah ayat 258, “Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan, ‘Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan,’ orang itu berkata, ‘Saya dapat menghidupkan dan mematikan.’ Ibrahim berkata, ‘Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur maka terbitkanlah dia dari barat,’ lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

 

Sang Diktator pun tak bisa berkutik dan kehabisan akal untuk kembali menyanggah pernyataan Ibrahim. Ia terdiam seribu bahasa. Merasa kalah, ia lantas memerintahkan untuk mengambil makanan yang telah diambil Ibrahim. Sosok bergelrar khalilullah itu pun diusir dan lantas kembali tanpa merasakan kelezatan hidangan sang aja.

 

Ibrahim pulang ke rumah dengan tangan hampa di tengah perjalanan ia pun mengambil sekantong pasir lembut dan berdoa agar Allah memberikan rezeki kepada keluarganya. Sesampainya di rumah, Ibrahim beristirahat, perbekalan yang ia bawa, termasuk pasir dalam kantongnya ia taruh di sampingnya begitu saja.

 

Rasulullahpun mengalami hal yang sama. Setiap saat Rasulullah Muhammad SAW mengajak penduduk Arab saat itu untuk hanya menyembah dan tunduk kepada Allah dan meninggalkan seluruh bentuk sesembahan selain Allah. Nabi terus menyerukan la ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Beliau terus menyeru orang-orang Quraisy dan penduduk Makkah lainnya untuk berserah diri hanya kepada Allah SWT semata. Tiada sekutu bagi-Nya. Nabi tidak menghiraukan permsuhan dari Abu Lahab, Abu Sufyan dan tokoh-tokoh Qurasy lainnya. Beliau jalan terus. Setiap hari ada saja orang yang masuk Islam.

 

Agar tidak semakin banyak yang terpengaruh dakwah Muhammad, maka tokoh-tokoh musyrikin Quraisy mulai mendekreditkan Muhammad dengan melemparkan tuduhan-tuduhan yang mereka yakini akan mematikan karakter Muhammad. Mereka bilang Muhammad penyair, dukun, tukang sihir dan puncaknya mereka katakan Muhammad sudah gila. Ayat-ayat Al-Qur’an turun memantah itu semua. Allah SWT berfirman:

 

Bahkan mereka berkata (pula): “(Al Quran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan Dia sendiri seorang penyair. Maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagai-mana Rasul-rasul yang telah lalu di-utus”. (Q.S. Al-Anbiya 21:5). Dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” (Q.S. ash-Shaffat 37: 36). Bahkan mereka mengatakan: “Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya”. (Q.S. At-Thur 52: 30)

 

Di samping menuduh Nabi Muhammad SAW sebagai seorang penyair yang mengarang Al-Qur’an mereka juga menuduhnya gila.Allah SWT berfirman: Mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.(Q.S. Al-Hijr 15: 6). Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila. (Q.S. Al-Qalam 68:51)

 

Allah SWT membantah bahwa Nabi Muhammad SAW adalah orang gila. Allah SWT berfirman : Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.(Q.S. at-Takwir 81:22).

 

Nah oleh karena itu, jika kita mau berkaca kepada sejarah dakwah dan perjuangan para Nabi yang kemudian mendapati berbagai bentuk kezaliman dan tuduhan keji, maka demikian juga akan terjadi hari ini. Jika kita mengikuti dakwah para Nabi yakni hanya menyampaikan kebenaran Islam, sejelas-jelasnya tanpa ada kepentingan duniawi, maka disaat itulah akan dituduh oleh gerombolan kafir dan munafik sebagai orang radikal.

 

Jika menyampaikan Islam karena mencari seonggok duniawi memang akan menjadi persoalan. Menyampaikan Islam memilih-milih yang akan menguntungkan dirinya secara duniawi. Bahkan kadang ada yang menyampaikan Islam sesuai dengan pesanan yang memberkan imbalan. Hal ini sangat dilarang dalam Islam, karena bisa terjebak kepada kemunafikan.

 

Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS Yaasiin : 21)

 

Meski dituduh dengan berbagai tuduhan keji, namun para Nabi Allah tidka pernah berhenti dan putus ada dalam menyampaikan dakwah Islam kepada masyarakat dan penguasa hingga ajal menjemput mereka. Hari ini keturunan fir’aun masih banyak, keturunan namrud masih bergentayangan dan keturunan abu jahal juga makin banyak. Karena itu teruslah menyampaikan kebenaran Islam, meskipun gerombolan para pendusta agama terus menuduh dan menfitnah.

 

Dan janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.(QS. Al Ahzab : 58)

 

Jika kita telah yakin berjalan di atas jalan Allah, maka berlarilah. Jika tak mampu berlari, maka berjalan cepatlah. Jika tak mampu, mara merangkaklah. Namun, jangan pernah berhenti, apalagi balik arah (Imam Syafi’i)

 

(AhmadSastra,KotaHujan,11/04/21 : 09.45 WIB)

 

 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar