APOLOGI KOPLAK PARA PENDENGKI ISLAM - Ahmad Sastra.com

Breaking

Senin, 30 Agustus 2021

APOLOGI KOPLAK PARA PENDENGKI ISLAM



 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya (QS Ali Imran : 19)

 

Adalah sunnatulah bahwa setiap kali Nabi diutus Allah untuk memberikan pencerahan atas kegelapan hidup umat manusia pada zamannya, maka akan muncul pula penentangan, pelecehan, penodaan, penghinaan, ancaman, persekusi, kriminalisasi bahkan hingga pembunuhan. Tidak ada satupun nabi yang tidak mendapai kedengkian dari kalangan manusia yang didakwahinya.

 

Para pendengki agama Islam yang dibawa oleh para Nabi adalah ekspresi kedunguan dan penyakit hati yang telah lama menancap dalam jiwanya. Selian itu, para pendengki Islam juga merupakan manusia-manusia sombong yang menolak kebenaran Islam dan selalu merendahkan dakwah Islam para Nabi. Para pendengki Islam juga adalah mereka yang telah menjadi budak setan, sebab sejak awal setan memang telah bersumpah akan terus menjerumuskan manusia pada neraka.

 

Islam itu benar dan membawa kebenaran. Kebenaran Islam itu bersifat rasional dan ilmiah yang bisa dibuktikan melalui berbagai riset sains. Itulah mengapa banyak para ilmuwan Barat non muslim, banyak yang mendapat hidayah masuk Islam justru setelah melakukan berbagai riset saintifik atas fakta-fakta empirik dan ternyata telah lebih dahulu dinyatakan dalam Al Qur’an.

 

Namun beda dengan para pendengki Islam. Mereka adalah manusia-manusia dungu yang menyebarkan apologi koplak dengan menebarkan berbagai tuduhan keji kepada ajaran Islam tapi ilmu sama sekali. Apa yang sering disemburkan oleh mulut para pendengki Islam tidak lebih dari sampah. Otak sampah akan menghasilkan pikiran sampah pula.

 

Apa yang dilakukan oleh fir’aun dan pengikutnya atas Musa adalah tuduhan, kebencian dan fitnah dari pada kenyataan. Fir’aun sendiri saat diajak dialog argumentatif, ternyata tak mampu menjawab berbagai pertanyaan Musa. Demikian juga dengan raja namrud yang tak mampu menjawab berbagai pertanyaan ilmiah yang disampaikan Ibrahim. Akhirnya yang timbul justru rasa benci, sombong yang akhirnya justru berubah menjadi upaya untuk mengkriminalisasi Musa dan Ibrahim. Fir’aun dan Namrud adalah tokoh kafir.

 

Berbagai tuduhan yang dilontarkan oleh Abu Jahal dan Abu Lahab adalah sebatas tuduhan, maka tentu saja bertentangan dengan fakta yang ada. Semisal tuduhan bahwa Muhammad adalah orang gila dan tukang sihir, namun dengan tegas dijawab oleh Allah segala tuduhan keji itu. Berbagai tuduhan itu semata karena rasa dengkinya yang memuncak kepada Islam dan Rasulullah dari dedengkot kaum kafir Quraisy tersebut. Sejarah akan terus berulang, para pendengki Islam yang dungu itu akan terus ada di setiap waktu hingga akhir zaman.

 

Maka begitupun yang sering terjadi akhir-akhir ini, dimana muncul manusia-manusia koplak yang melakukan berbagai tuduhan dan fitnah keji kepada Islam karena kedengkiannya kepada Islam. Islam didengki oleh para pendengki justru karena Islam itu benar, sebab para pendengki adalah mereka yang telah menjadi budak setan. Sementara setan adalah gembongnya pendengki agama Allah sejak dahulu kala.

 

Kenapa mereka mendengki, sebab mereka tidak punya argumentasi. Kenapa mereka mendengki Islam, sebab mereka dari kalangan orang-orang dungu yang tidak punya kemampuan berpikir. Padahal Islam itu agama terbuka untuk bisa dikaji dan didiskusikan. Para pendengki itu sebenarnya sedang memperlihatkan jati dirinya yang dungu. Oleh karena itu apologi para pendengki Islam sering terdengar koplak dan memalukan.

 

Membiarkan apologi koplak adalah jawabannya. Memberikan layanan diskusi kepada mereka adalah kesia-siaan belaka. Adalah bendaca ilmu jika melayani diskusi orang-orang bodoh. Namun demikian, dalam hukum Islam para pendengki itu ada hukuman beratnya, palagi jika sampai menuduh dan menfitnah Islam dan Nabi. Bahkan jika telah menghina Allah, Nabi, Al Qur’an dan Islam itu sendiri, maka Islam telah menetapkan hukuman mati.

 

Imam al-Qurthubi rahimahullah menyatakan, “Mayoritas Ulama berpendapat bahwa orang kafir dzimmy yang menghina, mencela atau merendahkan kedudukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau mensifati Beliau dengan sesuatu yang menjadi ajaran kufurnya mereka, maka ia dibunuh, karena kita tidak memberikan perlindungan untuk seperti itu. Abu Hanîfah dan Ats-Tsauri serta para pengikutnya dari ahli Kufah berbeda dan berpendapat tidak dibunuh, sebab kesyirikan yang mereka lakukan lebih besar dari itu semua. Namun tetap mereka diberi hukuman ta’zîr.


Allah berfirman : Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab:”Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah:”Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasûl-Nya kamu selalu berolok-olok?”. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema’afkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) di sebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. [At-Taubah/9:66]

 

Sementara aturan hukum yang berlaku di Indonesia juga melarang penistaan agama yakni dalam KUHP-nya. Pasal 156(a) menyasar setiap orang yang dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia atau dengan maksud supaya orang tidak menganut agama apapun. Pelanggaran Pasal 156(a) dipidana penjara selama-lamanya lima tahun.

 

Nah, apakah negeri ini akan menjatuhkan hukuman kepada para pendengki dan penghina Islam yang dungu itu, atau malah membiarkan, kita lihat aja…

 

(AhmadSastra,KotaHujan,30/08/21 : 10.20 WIB)

 

 

 

 

 

 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar