TRANSFORMASI DARI JAHILIYAH MODERN KE ISLAM KAFFAH - Ahmad Sastra.com

Breaking

Rabu, 18 Desember 2019

TRANSFORMASI DARI JAHILIYAH MODERN KE ISLAM KAFFAH

Oleh : Ahmad Sastra 

Islam datang ke semenanjung tanah Arab empat belas abad yang lalu telah mampu mengubah dan membebaskan bangsa Arab dari kejahiliyahan. Lembah jahiliyah telah menjerumuskan bangsa Arab pada kerusakan dan kesesatan. Setelah mereka memeluk Islam bertransformasi menjadi sebaik-baik umat yang dilahirkan di dunia. Bahkan dengan memeluk Islam, bangsa Arab menjadi generasi istimewa yang menjadi saksi dan tolok ukur serta teladan bagi segala bentuk kebaikan. 

Jika diselidiki maka sumber transformasi sosial bangsa Arab dari jahiliyah menuju kecemerlangan peradaban adalah Al Qur’an. Bangsa Arab menerima Al Qur’an dan beriman kepadanya. Dengan Al Qur’an, oleh Rasulullah, bangsa Arab dididik dan dibentuk kepribadianya, yakni pola pikir dan pola sikapnya. Dari Madrasah Rasulullah inilah terbentuk masyarakat Arab yang mulia dengan peradaban agung sepanjang sejarah dunia. 

Dari Al Qur’an inilah terjadi sebuah transformasi peradaban dibawah dinul Islam yang haq yang dibawa oleh Rasulullah berdasarkan blue print yang telah ditetapkan dalam Al Qur’an. Dari sinilah lahir generasi Qur’ani yang kemudian mendirikan daulah Islamiyah, sebuah negara Islam yang dipimpin oleh Rasulullah SAW. Kemenangan Islam mencapai kesempurnaan melalui dakwah, jihad dan pengorbanan mereka. 

Daulah Islam telah berhasil gemilang dan telah menakjubkan bagi dunia, baik di timur maupun di Barat. Daulah Islam telah mampu pula membebaskan manusia dari penindasan kekuasaan jahiliyah kepada rahmat dan keadilan Islam. Dengan dakwah, jihad dan daulah, generasi awal telah berkorban harta dan jiwa serta rela menanggung segala bentuk ujian berat tanpa mundur dan berkhianat sejengkalpun. 

Generasi awal telah dengan indah memberikan contoh sebuah pencak pengorbanan harta dan jiwa demi menjaga ketegasan dan keteguhan aqidah Islam. Kita telah melihat betapa Yasir, Sumaiyah, Bilal, Suhaib dan para sahabat Rasulullah lainnya telah memberkan teladan agung bagi cinta, pengorbanan dan pengabdian kepada Allah dan RasulNya. 

Para sahabat telah dengan indah memberikan kenangan sejarah dan perumpamaan yang agung sepanjang masa. Mereka merupakan satu generasi yang mampu menguasai diri dan tidak terperdaya dunia sehingga Allah mengangkat derajat mulia bagi mereka. Mereka adalah teladan bagi kebenaran, kesetiaan, amanah, keberanian, ketulusan, akhlak dan zuhud. 

Generasi ini sangat paham akan firman Allah, Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan RasulNya agar Rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan, “Kami mendengar dan kami patuh”. Dan mereka inilah orang-orang yang beruntung (QS An Nuur : 51)

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka merasa di dalam hatinya mereka satu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya (QS An Nisaa : 65)

Tidaklah wajar bagi orang beriman lelaki dan perempuan apabila Allah dan Rasulnya telah menetapkan suatu urusan buat mereka kemudian mereka mencari pilihan lain (QS Al Ahzab : 36). Barang siapa yang taat kepada Rasul, maka sesungguhnya dia telah taat kepada Allah (QS Al Hasyr : 7) 

Sifat mereka yang mengutamakan orang lain dari kepentingan diri adalah salah satu contoh agung dalam jihad dan perjuangan menentang musuh-musuh Allah. Dengan kekuatan aqidah dalam dadanya, mereka tidak pernah takut kepada manusia dalam ketegasan membela agama Allah. Mereka juga generasi yang murah hati, penegak keadilan dan selalu menyempurnakan segala tanggungjawab. 

Dari kalangan merekalah, telah lahir beberapa pemuda yang menjadi panglima agung angkatan perang Islam yang gagah perkasa dan bijaksana. Contohnya adalah Usamah Bin Zaid yang berusia 18 tahun dan telah diangkat sebagai panglima perang. Dari dahwah, ukhuwah dan daulah inilah transformasi dari peradaban jahiliyah menjadi peradaban Islam mencapai kesempurnaannya. 

Namun demikian, sejak zaman Rasul juga telah hadir para pembangkang dan pengkhianat agama. Mereka adalah kaum kafir dan munafik yang secara terang-terangan menghalangi dakwah dan perjuangan Islam yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat. Dan kini anak cucu abu jahal dan abu lahab terlahir kembali mewarnai jaliliyah modern. 

Maka jangan heran jika sejarah kembali berulang dengan hadirnya kaum kafir yang selalu memusuhi dakwah Islam dan perjuangan menegakkan daulah Islam. Kaum kafir adalah mereka yang membangkang perintah Allah. Hadir pula gerombolan kaum munafik lapar yang membantu kaum kafir dengan imbalan seonggok nasi basi. Mereka rela menjadi penkhianat agama demi mendapatkan harta dan tahta dunia. 

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ?. Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. [QS An Nisaa : 60] 

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. [QS An Nisaa : 61]. 

Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. [QS An Nisaa : 63].

Oleh karena itu, maka tetaplah tegak berdiri sebagai seorang mukmin yang berdakwah dan berjuang demi tegaknya daulah Islam akhir zaman, meskipun dimusuhi oleh kaum kafir dan gerombolan kaum munafik. Menegakkan daulah Islam adalah bagian dari Sunnah Rasul. Sebab tidak mungkin ada transformasi peradaban dari jahiliyah modern menuju Islam kaffah tanpa tegaknya daulah khilafah Islamiyah. Maka jadilah bagian para pejuangnya, jangan jadi penghalang dan pengkhianatnya. 

(AhmadSastra,KotaHujan,18/12/19 : 19.00 WIB)

__________________________________________
Website : https://www.ahmadsastra.com
Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1
Facebook : https://facebook.com/sastraahmad
FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76
Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial
Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar