JANGAN ADA DUSTA SOAL VIRUS CORONA - Ahmad Sastra.com

Breaking

Senin, 02 Maret 2020

JANGAN ADA DUSTA SOAL VIRUS CORONA



Oleh : Ahmad Sastra

Publik masih bertanya-tanya disaat Arab Saudi menghentikan sementara jamaah dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia dengan alasan antisipasi merebaknya virus Corona. namun, para pejabat negeri ini justu menyatakan sebaliknya bahwa Indonesia zero corona. Pernyataan pemerintah ini tentu saja mencurigakan, sebab Corona telah menyebar ke berbagai negara. Apakah ada info yang sengaja disembunyikan soal corona ?.

Para pejabat rame-rame bersuara bahwa Indonesia zero corona dengan berbagai argumen yang kadang menggelikan. Seolah para pejabat itu sengaja menutup-nutupi wabah corona ini. Namun, tiba-tiba publik dikejutkan setelah pernyataan Jokowi bahwa ada 2 warga Indonesia yang positif terjangkit corona virus.

Tidak lama dari pernyataan Jokowi, para pejabat negara juga rame-rame bersuara soal virus corona dan mengakui adanya kasus ini. Berita viral yang beredar dimulai dari 2 pasien di Depok yang positif terinfeksi virus corona. Bahkan puluhan tenaga medis dan yang pernah interaksi dengan pasien kini dirumahkan. Tidak berselang lama, penyebaran coronavirus mengalami meningkatan cepat dari 27 kasus, 34 kasus, 69 kasus, 96 kasus,117 kasus dan 134 kasus, ini baru yang terlaporkan.

Percepatan perkembangan coronavirus/Covid-19 disebabkan virus ini setiap hari berevolusi dan makin ganas dan efektif penyebarannya. Virus ini juga makin beradaptasi dengan lingkungan, maka lihatlah bahwa hanya dengan waktu sekitar 30 hari hampir semua negara di muka bumi sudah terjangkit oleh coronavirus. Di beberapa negara para pejabat publik sudah ada yang terinfeksi, termasuk di Indonesia. Menurut laporan detiknews Sabtu 14 Maret 2020 bahwa Menhub Budi Karya positif Corona sebagaimana disampaikan oleh Mensesneg Pratikno. Padahal Menhub sebelumnya mengadakan berbagai rapat dan pertemuan dengan pejabat pemerintah lainnya di istana presiden.

Respon cepat dilakukan oleh beberapa negara Italia, Filipina, dan Arab Saudi yang menerapkan lockdown. kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi persebaran Covid-19 di negaranya. Sementara China, dimana virus ini berawal telah lebih awal menerapkan lockdown di kota Wuhan. Kata lockdown dalam kamus Bahasa Inggris artinya kuncian dalam arti negara yang terinfeksi coronavirus mengunci akses masuk keluar untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas. Lantas kapan lockdown Indonesia ?

Anies Baswedan lebih awal menyatakan agar masyarakat Jakarta waspada atas penyebaran virus corona dengan meliburkan semua sekolah di Jakarta selama 14 hari kedepan. Bahkan gubernur Jawa Barat juga ikut angkat bicara soal corona. Sementara Menteri kesehatan dan Ma’ruf Amin menegaskan agar rakyat banyak berdoa untuk menghadapinya. Sempat disampaikan wapres bahwa Indonesia zero corona karena banyak yang membaca doa qunut, meski setelahnya menyatakan yang lain lagi.

Pemerintah pusat nampak gagap menghadapi corona ini, tidak cepat tanggap. Padahal menurut Din Syamsuddin bahwa wabah Coronavirus adalah masalah seerius dan ancaman bagi bangsa. penanggulangannya memerlukan sikap bersungguh-sungguh, jujur, terbuka, kolaboratif dan proaktif. Wabah corona adalah musibah dari Allah yang harus dihadapi dengan semakin mendekatkan diri kepadaNya, memohon perlindungan dan pertolongan. jangan sekali-kali kita mengalpakan dan mendustakan agama, tegasnya.

Pemerintah adalah yang paling bertanggungjawab atas kondisi rakyatnya. Pemerintah dipilih rakyat adalah agar mengurus urusan rakyat. Maka semestinya soal wabah coronavirus ini tidak ada dusta sedikitpun. Mestinya jauh-jauh hari pemerintah mengantisipasi soal virus ini. jangan ada kesan menyepelekan apapun yang berkaitan dengan keselamatan rakyat, apalagi terkait wabah corona yang telah terbukti menelan banyak korban meninggal karena punya daya menular yang cepat.

Kasus pertama virus corona terjadi di Wuhan China yang hingga kini entah berapa korban tewas. Namun, anehnya pemerintah justru membuka pintu lebar untuk wisatawan china untuk berkunjung ke Indonesia. Sementara negara-negara lainnya justru menutupnya demi menjaga dan melindungi kesehatan rakyatnya. Ini adalah sikap yang sangat tidak bijak dan bahkan tidak memiliki rasa empati kepada rakyat.

Berbagai spekulasi munculnya wabah coronavirus ini sangat beragam, mulai dari murni wabah, persaingan bisnis hingga senjata biologi. Namun yang pasti, kini virus yang telah menjadikan dua kota suci Mekkah dan Madinah sepi ini telah juga menjalar hingga ke Indonesia dan berbagai negara seperti Korea, Jepang, Hongkong, Itali, Singapore, German dan lainnya.

Karena itu, pemerintah harus menyampaikan apa adanya agar rakyat memahami dan bisa mengantisipasi. Pemerintah tidak boleh berdusta atas kasus-kasus coronavirus yang sebenarnya telah terjadi. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Pemerintah juga harus bersiap menangani wabah ini. sekali lagi, bukan menuduh, tapi sekedar mengingatkan, jangan ada dusta soal corona.

Menyembunyikan informasi soal wabah penyakit adalah pelanggaran terhadap hukum terutama UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 154 ayat (1) yang berbunyi : pemerintah secara berkala menetapkan dan mengumumkan jenis dan persebaran penyakit yang berpotensi menular dan/atau menyebar dalam waktu yang singkat serta menyebutkan daerah yang dapat menjadi sumber penularan.

Pemerintah harus mengedukasi rakyat untuk mengenali gelaja coronavirus dan bagaimana mencegahnya. Jika beberapa hari kedepan ternyata bermunculan kasus-kasus yang positif terjangkit coronavirus, maka selama ini bisa dikatakan telah ditutup-tutupi. Ini adalah tindakan yang berbahaya bagi rakyat.

Pemerintah harus segera merilis laporan perkembangan pernyebaran coronavirus di berbagai daerah di Indonesia. Melalui Menteri kesehatan yang membawahi seluruh rumah sakit harus juga lebih mengontrol dan menginformasikan kepada rakyat. Upaya serius untuk pencegahan secara massal adalah bentuk perhatian dan tanggungjawab pemerintah kepada rakyatnya.

Bagi seorang muslim dan mukmin, musibah penyakit adalah bagian dari ujian dari Allah. Maka yang harus dilakukan adalah senantiasa menjaga kesehatan dengan cara rajin olah raga, makan makanan yang halal dan sehat, selalu menjaga wudhu, segera mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah bepergian dan senantiasa menghindari tempat-tempat yang rawan wabah. Jika ada gejala demam dan pilek batuk segera periksa ke dokter untuk mengetahui sedini mungkin.

Dengan melaksanakan seluruh perintah Allah dalam hal ibadah semoga Allah melindungi seluruh kaum muslimin di Indonesia dan dunia. Tetaplah tawaqal kepada Allah, jangan pernah panik dan jangan sampai termakan berita hoax. Semoga kebiasaan hidup seorang muslim yang selalu bersih, selain menjadi ibadah yang berpahala, juga menjadi pencegah serangan coronavirus ini.

(AhmadSastra,KotaHujan,14/03/20 : 23.00 WIB)

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

1 komentar:

  1. Melihat kembali diwaktu keadaan indonesia berbangga kebal terhadap virus hingga saat ini sudah 69 pasien positif corona (cnn.com). menjadi terlihat bagaimana dusta seorang pejabat. Mau terlihat kebal jadi nampak bebal

    BalasHapus