PENDEMI DAN PELUANG KEBANGKITAN POLITIK DAN EKONOMI UMAT - Ahmad Sastra.com

Breaking

Rabu, 27 Mei 2020

PENDEMI DAN PELUANG KEBANGKITAN POLITIK DAN EKONOMI UMAT



Oleh : Ahmad Sastra

Hari ini (Rabu,27/05/20) penulis bertemu sahabat-sahabat aktivis mahasiwa saat kuliah dulu. Berbincang ringan tentang nostalgia saat jadi mahasiswa mengawali pertemuan. Ghirah dan idealisme sebagai mahasiswa seolah tumbuh kembali melihat matinya mahasiswa saat ini. Perbincangan kemudian menjurus kepada pentingnya umat mengambil peluang untuk membangkitkan ekonomi umat dan memberikan kesadaran perjuangan politik Islam.

Kebijakan new normal yang digagas pemerintah menjadi salah satu fokus kajian kita. Apa sesungguhnya motif dibalik kebijakan new normal ini ?. Kondisi normal yang diinginkan oleh pemerintah di tengah pandemi yang belum reda mengindikasikan ada tekanan kaum kapitalis yang tidak mau usahanya rugi. New normal ala pemerintah hampir mirip dengan herd immunity yang juga sering menjadi perbincangan masyarakat.

Oleh karena itu umat harus jeli terhadap isu-isu semacam ini. mestinya umat Islam justru mengambil kesempatan pandemi ini untuk melakukan konsolidasi potensial berbagai kekuatan umat. Umat Islam jangan sampai ikut menari diatas genderang pemenrintah yang justru makin tidak jelas. Pemerintah nampaknya lebih condong kepada kaum kapitalisme dibandingkan memikirkan keselamatan nyawa rakyat. New normal adalah upaya mempertahan sistem kapitalisme di negeri ini.

Maka wajarlah jika rakyat makin tidak percaya kepada pemerintah saat ini. Beberapa suara rakyat sudah mulai menggaung agar presiden mundur, karena dianggap tidak mampu lagi mengurus urusan rakyat Indonesia. Susah saatnya umat Islam berjalan diatas ideologinya sendiri, yakni Islam yang sempurna. Islam adalah agama sempurna yang menjadi selosi atas seluruh problem masyarakat dari politik, ekonomi, pendidikan, budaya dan lainnya.

Di bidang politik, umat Islam mestinya menjadikan pandemi ini sebagai semacam kesempatan dari Allah untuk melakukan konsolidasi pemikiran, ideologi dan politik. Umat Islam justru harus semakin menyatukan visi dan langkah politik menjadi satu gerakan politik besar yang mampu menumbangkan ideologi kapitalisme dan komunisme.

Adalah menjadi fakta, bahwa semua kondisi umat menjadi abnormal di tengah hegemoni ideologi kapitalisme sekuler. Umat Islam tidak lagi menjadi umat terbaik, umat Islam tidak lagi bersatu padu, umat Islam tidak lagi mendiri secara politik, umat Islam tidak lagi mampu berkuasa mengendalikan jalannya negara, bahkan umat Islam masih terjajah di hampir semua aspeknya. Ini adalah kondisi abnormal umat terbaik ini.

Di bidang ekonomi mestinya masa pendemi ini juga menjadi semacam kesempatan berkonsolidasi untuk kemandirian ekonomi umat. Umat Islam sudah harus meninggalkan ekonomi kapitalis yang justru makin menyengsarakan. Sentra-sentra ekonomi komunitas umat harus mulai digalakkan. Berbelanja di warung-warung kapitalis sudah harus ditinggalkan. Ekonomi Islam adalah ekonomi paling ideal bagi umat Islam.

Secara induktif, upaya penyadaran akan kebangkitan politik dan ekonomi umat pada masa pendemi ini bisa dijalankan melalui berbagai wadah dan organisasi. Namun, meraih visi besar kebangkitan Islam juga tidak boleh diabaikan. Sebab tidak akan mungkin ekonomi, pendidikan dan politik Islam bisa berjalan normal jika tidak ditopang oleh negara yang menerapkan syariah secara kaffah.

Merintis industri rumahan kaum muslimin adalah sebuah kebaikan. Memberdayakan sesama kaum muslimin untuk ikut terlibat dalam bisnis adalah kebaikan juga. Namun, upaya dakwah dan perjuangan agar negara ini menerapkan sistem ekonomi syariah secara total juga harus terus digaungkan sebagai viri jangka panjang. Visi jangka panjang dilakukan agar umat ini tidak parsial dalam memperjuangkan Islam dan umat Islam. Izzul islam wal muslimin adalah proyek peradaban yang harus didukung oleh semua komponen umat.

Inilah beberapa point berbincangan kami sesama aktivis mahasiswa tahun 98. Semoga berbincangan ini menjadi amal sholih dan bisa menjadi inspirasi bagi umat. Umat ini harus yakin akan agamanya sendiri dan menolak ideologi kufur yang justru telah memporak-porandakan umat. Saatnya umat Islam bangkit menkonsolidasikan berbagai kekuatan pada masa pandemi ini. Jangan terlalu menggubris new normal yang ditawarkan pemerintah yang politis kapitalistik.

(AhmadSastra,KotaHujan,27/05/20 : 13.45 WIB)

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar