RAMADHAN TANPA ROKOK - Ahmad Sastra.com

Breaking

Minggu, 03 Mei 2020

RAMADHAN TANPA ROKOK



Oleh : Ahmad Sastra

Bulan Ramadhan 2020 sungguh istimewa karena adanya pandemi wabah coronavirus. Wabah Covid-19 yang belum ada sebelumnya, karena merupakan jenis baru, telah menyebar ke seluruh dunia. Hingga bulan Mei 2020, hampir 3,3 juta orang positif terpapar virus corona.

Tak hanya soal kematian yang diakibatkan coronavirus yang kini mencapai lebih dari 100 ribu orang, namun dampak ekonomi global juga sangat besar. Ancaman krisis ekonomi global akibat corona tak bisa dihindari. Gelombang PHK di seluruh dunia akan mengakibatkan melonjaknya pengangguran.

Di Amerika sendiri, selain korban meninggal mencapai jumlah terbanyak akibat corona, kini sedang menghadapi lonjakan pengangguran. Dilaporkan oleh CNBC Indonesia bahwa Wall Street Amerika Serikat ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (3/4/2020). Ini terjadi akibat pesimisme yang menghantui pasar saham setelah jumlah korban meninggal akibat Covid – 19 terus bertambah.

Bahkan menurut Brian Nick, kepala strategi investasi di Nuveen, wabah corona di AS nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kasus corona di AS mencapai 276.037 dengan korban meninggal sebanyak 7.385. Sementara angka pembayaran gaji di AS turun sebanyak 701.000 pada bulan Maret yang merupakan laporan terburuk sejak 2009. Pengangguran melonjak sampai angka 16 persen atau sekitar 22 juta penduduk. (tribun Manado.co.id,17/4/20)

Krisis global akibat corona ini akan menjadi krisis terbesar sepanjang sejarah manusia karena telah memapar seluruh negara di dunia. Sebab krisis sebelumnya seperti tahun 1998 hanya bersifat lokal atau regional. Ekonomi keluarga akibat PHK akan menjadi kondisi yang paling dirasakan oleh masyarakat secara umum. Di Indonesia sendiri terjadi gelombang PHK akibat pandemi Covid – 19 ini.

Sri Mulyani mengatakan melalui video teleconference bahwa pekerja yang telah dirumahkan dampak dari wabah corona mencapai 1,24 juta pekerja di sektor formal. Sri Mulyani menegaskan bahwa tanda gelombang PHK di Indonesia sudah nampak dengan indikasi pembayaran pajak penghasilan (PPh) 21 atas jaminan hari tua atau pensiun yang naik hingga 10,12 persen pada maret 2020.

Bagaimana dengan jumlah pekerja informal yang di PHK ?. Mantan Direktur pelaksana Bank dunia itu mengatakan sulit diperkirakan. Dia memperkirakan ada 256 ribu pekerja informal terdampak pembatasan sosial akibat virus corona. Jika skalanya berat, maka pengangguran di Indonesia akan bertambah 2,9 juta orang, dan jika lebih berat bisa 5,2 juta orang. Bahkan di semua negara sudah naik 2 digit angka penganggurannya (KataData.co.id, 14/4)

Nah apa hubungannya dengan judul tulisan ini : Ramadhan Tanpa Rokok ?. Ini sebenarnya tentang kesadaran, yakni di saat masyarakat mengalami persoalan ekonomi dimana-mana, maka kita mestinya lebih bisa peduli kepada mereka dengan menyisihkan rejeki jika ada. Salah satunya adalah dengan berhenti merokok dan menggunakan uang belanja rokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan atau bersedekah kepada tetangga.

Selain itu tentu saja bulan Ramadhan adalah bulan suci yang mestinya dioptimalkan dengan amalan-amalan shalih yang mendatangkan pahala. Dengan berhenti merokok, maka selain dalam rangka kesadaran Ramadhan, juga bisa menjadi bagian dari penghematan di masa wabah seperti sekarang ini. Uang 20 ribu (harga sebungkus rokok) bagi orang miskin tentu saja sangat berharga, dari pada hanya menjadi asap yang tak bermakna.

Memang kebiasaan menghisap rokok ini telah di kenal sejak lama. Suku Indian di Amerika punya kebiasaan menghisap tembakau pada saat-saat tertentu, tidak setiap hari seperti yang terjadi sekarang ini. Kebiasaan merokok yang terjadi sekarang adalah akibat modernisasi produk rokok. WHO memperkirakan ada lebih dari satu milyar manusia sedunia memiliki kebiasaan menikmati asap beracun ini dengan menghabiskan lebih dari lima triliun batang rokok pertahun.

Bahkan data yang bisa dilansir WHO menunjukkan negara-negara berkembang lebih tinggi konsumsi rokoknya dibanding negara maju. Rokok bahkan sudah dikonsumsi oleh anak-anak dibawah 15 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Di Indonesia, 140 milyar terbuang dalam sehari karena konsumsi rokok.

Artinya jika sehari saja masyarakat Indonesia tidak merokok, maka ada penghematan sebesar 140 milyar. Jika sebulan maka akan menghemat anggaran sebanyak 4,2 triliun. Jika uang sebanyak 4,2 triliun ini disedekahnya selama bulan suci Ramadhan, maka akan banyak masyarakat miskin yang mendapatkannya. Jika setahun tanpa rokok, maka anggaran yang bisa di hemat sebesar 50,4 triliun.

Terlepas dari perbedaan hukum rokok (antara mubah, makruh dan haram), namun secara logika rokok merupakan hal yang tidak baik untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain. Rokok jika ditinjau dari perspektif kemanfaatan, maka tidak ditemukan banyak manfaat. Ditinjau dari kesehatan, jelas rokok merupakan barang yang justru bisa merugikan kesehatan.

Setidaknya bagi penghisap rokok akan terancam penyakit kanker, impotensi dan gangguan janin bagi ibu hamil. Ditinjau dari perspektif finansial, konsumsi rokok termasuk merugikan secara ekonomi, bahkan bisa dikatakan pemborosan dan pemubaziran. Bagaimana tidak dikatakan mubazir jika 140 milyar terbuang percuma dalam sehari hanya untuk belanja rokok masyarakat Indonesia. Percepatan pertambahan perokok di kalangan remaja Indonesia, bisa jadi disebabkan karena mereka sering melihat orang dewasa merokok.

Bisa jadi anak yang merokok karena melihat ayahnya juga merokok. Jika demikian, maka jumlah perokok dari tahun ke tahun dipastikan akan bertambah sebagai efek domino. Berdasarkan penelitian seorang anak mulai merokok pada usia 10 – 14 terutama anak perempuan. Setidaknya ada tiga faktor penyebab, pertama, faktor personal. Kedua, faktor sosiokultural dan ketiga,faktor pengaruh kuat lingkungan.

Asap rokok mengeluarkan 4000 bahan kimia seperti nikotin, gas karbon monooksida, nitrogen oksida, hydrogen cyanide, ammonia, acrolein, aceliten, benzaldehyde, urethane, benzene, methanol, coumarin, ortocresol, perylene dan lainnya. Sedang istilah tar maknanya adalah kumpulan dari ribuan bahan kimia dalam komponen padat asap rokok setelah dikurangi nikotin dan air. Setiap isapan asap rokok mengandung milyaran radikal bebas dan lebih banyak lagi oksidan yang akan masuk ke paru-paru.

Nah, momentum Ramadhan sebagai bulan tarbiyah dari Allah kepada hamba-hambaNya untuk mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang sia-sia hendaknya menjadi momen terbaik untuk melakukan hijrah diri menjadi lebih baik. Puasa Ramadhan setidaknya digunakan untuk melakukan latihan meninggalkan rokok. Uang rokok bisa dijadikan tambahan sedekah kepada fakir miskin akibat wabah ini.

Dalam kondisi normal tidak berpuasa, rata-rata perokok berat dari pagi hingga sore akan menghabiskan satu sampai dua bungkus rokok, namun ketika berpuasa ternyata bisa meninggalkan sama sekali. Kemampuan meninggalkan rokok saat puasa adalah semata-mata karena memiliki niat yang kuat dan berkomitmen untuk tidak melanggar perintah Allah. Nah, kenapa moment Ramadan tidak sekalian dijadikan sebagai moment untuk meninggalkan rokok untuk seterusnya.

Bulan Ramadan sebagai bulan yang istimewa karena pelipatgandaan pahala bagi pelaku kebaikan, termasuk sedekah. Jika kebiasaan merokok sehari sebungkus seharga 25.000 rupiah, maka sebulan telah menghabiskan 750.000 rupiah. Jika diibaratkan satu rupiah sebagai satu kebaikan dan selama Ramadhan dilipatgandakan sebanyak 70 kebaikan, maka 750.000 x 70 yang disedekahkan sama dengan 52.500.000 kebaikan selama sebulan. Ini baru dari kebaikan sedekah dari uang belanja rokok saja.

Sepanjang melaksanakan puasa Ramadhan, sesungguhnya merupakan tarbiyah Allah kepada hambaNya untuk bisa menjalani sebuah perilaku yang lebih baik dari sebelumnya, lebih rajin dari sebelumnya, lebih shalih dari sebelumnya dan lebih taqwa dari sebelumnya. Itulah kenapa, ujung dari puasa adalah meraih ketaqwaan. Ketaqwaan artinya ketaatan kepada perintah Allah dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan yang dilarang Allah.

Jadikan Ramadhan tanpa rokok dan sedekahkan uangnya kepada yang membutuhkan.

(AhmadSastra,KotaBogor,03/05/20 : 06.00 WIB)

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar