UMAT ISLAM SEDUNIA ADALAH SATU TUBUH, MAKA BERSATULAH, MALU KITA KEPADA ALLAH - Ahmad Sastra.com

Breaking

Jumat, 26 Juni 2020

UMAT ISLAM SEDUNIA ADALAH SATU TUBUH, MAKA BERSATULAH, MALU KITA KEPADA ALLAH



Oleh : Ahmad Sastra

Perumpamaan orang-orang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam (HR Bukhari dan Muslim).

Salah seorang diantara kamu sekalian tidaklah sempurna imannya sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR Bukhari dan Muslim)

Muslim adalah orang yang beragama Islam. Islam adalah agama terakhir yang benar dan sempurna menggantikan seluruh agama-agama terdahulu. Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi Allah. Islam adalah agama terbaik dan terakhir yang diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW untuk dijadikan pedoman kehidupan manusia. Islam bukan saja sebuah agama ritual sebagaimana agama-agama lain.

Islam adalah sistem kehidupan yang mencakup semua dimensi kehidupan manusia, baik individu maupun sosial. Daulah Islam sejak dipimpin oleh Rasulullah telah menjadi tonggak peradaban dunia. Islam telah menjadi cahaya bagi kegelapan kehidupan manusia. Islam telah memimpin dunia selama berabad-abad dengan hukum-hukum Allah.

Namun demikian, kini Islam tak lagi bangkit sebagaimana dahulu. Ada sebuah pertanyaan yang mendasar, kenapa umat ini belum bangkit dari keterpurukan. Umat Islam yang dahulu mencapai puncak kejayaan, kini hanya tinggal kenangan. Islam tak lagi menjadi agama yang disegani, sebagaimana dahulu semasa Rasulullah, Islam begitu disegani oleh siapapun. Alih-alih menjadi solusi permasalahan umat manusia, untuk melakukan kebangkitan diri saja umat hari ini belum memiliki kesanggupan.

Di hampir semua negara umat Islam tak lagi memiliki kendali atas sistem politik, ekonomi, pendidikan, budaya dan aspek kehidupan lainnya. Umat Islam tak lagi menjadi satu umat dengan satu kepemimpinan sebagaimana zaman Rasulullah. Kini umat Islam di seluruh penjuru dunia mengalami berbagai bentuk penjajahan, kezaliman, penistaan dan pembantaian.

Kini umat terpecah menjadi puluhan negara dan puluhan ribu organisasi, partai, dan ikatan sempit lainnya di seluruh dunia akibat nation state buatan penjajah. Umat Islam tak lagi punya pemimpin tunggal yang menyatukan. Padahal Allah telah memerintahkan umat Islam untuk hanya berpegang teguh pada tali Allah yakni Islam dan dilarang bercerai berai karena berpegang kepada ikatan lain. Perhatikan firman Allah :

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali Imron : 103)

Keterpurukan ini bermuara pada ditinggalkannya pemikiran Islam yang berlandaskan aqidah dan beralih kepada pemikiran yang memisahkan agama dengan kehidupan atau berfikir sekuler. Umat tidak lagi memiliki kesadaran Islam yang tinggi. Umat tak lagi memiliki semangat untuk memperjuangkan kehidupan Islam dalam semua aspeknya. Umat Islam tak lagi berorientasi pada Islam dalam menjalankan aspek-aspek sosial.

Padahal Allah memerintahkan umat islam untuk menjalankan seluruh aktivitas hidupnya berorientasi kepada Allah. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)" (QS Al An’am : 162-163)

Umat Islam tak lagi menjadikan Islam sebagai satu-satunya pedoman kehidupannya. Umat Islam justru tengah mengekor kepada peradaban Barat yang jelas-jelas tak sejalan dengan aqidah Islam. Padahal umat Islam adalah umat terbaik yang pernah dilahirkan di dunia ini. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS Ali Imran : 110)

Umat Islam tak lagi menjadikan hukum-hukum Allah sebagai aturan bagi kehidupan baik secara pribadi, sosial maupun ketatanegaraan. Umat Islam justru beralih menjadikan hukum-hukum sekuler barat sebagai sumber aturan kehidupannya. Umat Islam kini lebih taat kepada hukum-hukum kufur buatan Barat jelas-jelas bertentangan dengan hukum Allah.

Padahal Allah telah dengan tegas melarang umat Islam untuk taat kepada orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang- orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai Pelindung. (QS Al Ahzab : 48).

Sebaliknya Allah memerintahkan umat Islam untuk hanya taat kepada hukum Allah dan Rasulullah serta para pemimpin yang taat kepada Allah dan Rasul. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS Annisa : 59)

Dengan berpaling dari aturan-aturan Allah. Akibatnya umat Islam kini mengalami kesulitan, kesusahan dan kesempitan hidup. Padahal Allah telah dengan tegas mengingatkan dalam Al Qur’an : Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta". (QS Thahaa : 124).

Oleh karena itu, tugas umat Islam hari ini sangatlah berat, yakni melakukan kesadaran kolektif kepada seluruh umat Islam yang tengah lalai agar kembali sadar untuk kembali kepada Islam. Umat Islam yang masih tidur untuk bangun dan bangkit membela Islam. Umat Islam yang telah lupa untuk diingatkan bahwa umat Islam pernah punya masa-masa keemasan dan kejayaan dan kini telah hilang.

Sudah waktunya umat Islam melepaskan ikatan-ikatan sempit yang memecahbelah umat Islam sendiri dan bersatu padu mendakwahkan Islam agar kembali sadar dan ingat untuk menegakkan kembali supremasi Islam dalam kehidupan di dunia ini untuk menggantikan peradaban kufur materialistik liberal yang telah merusak manusia dan kemanusiaan.

Mengembalikan kejayaan Islam, menyatukan kembali umat Islam, menjadikan hukum-hukum Allah sebagai sumber aturan hidup, dan menegakkan kepemimpinan dan daulah Islam adalah kewajiban dan perjuangan yang tidak mudah. Diperlukan dakwah jamaah, keikhlasan, keseriusan dan pengorbanan. Sebab tidak semua umat Islam akan mau menerima seruan dakwah ini.

Banyak umat Islam yang mengaku beriman, tapi masih berhukum kepada hukum thaghut. Sungguh benar firman Allah : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, Padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (QS Annisa : 60)

Banyak kaum muslimin yang telah terjebak pada kepentingan-kepentingan individual maupun golongan, sehingga ketika diseru dan diajak untuk ikut memperjuangkan Islam dan taat kepada hukum-hukum Allah justru mereka berpaling dan bahkan menghalang-halangi perjuangan ini. Orang-orang seperti ini telah disinggung oleh Allah. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS Annisa : 61).

Namun demikian, kejayaan Islam dengan tegaknya daulah dan kepemimpinan Islam adalah janji Allah dan Allah tidak pernah mengingkari janjiNya. Sebab tegaknya Islam adalah semata-mata karena pertolongan Allah. Ada kita maupun tidak ada kita dalam berjuang, maka Islam tetap akan tegak. Sebab dakwah tidak pernah kehabisan pejuang. Jika kita tidak berjuang menolong agama Allah, maka akan ada orang lain yang lebih baik yang memperjuangkan agama Allah.

Janji Allah akan tegaknya Islam ditegaskan dalam firmanNya : Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. (QS Annur : 55)

Semoga kita termasuk orang-orang beriman yang semakin memiliki kesadaran akan pentingnya perjuangan dan dakwah demi mengembalikan kejayaan Islam. Semoga kita menjadi orang-orang yang yakin akan janji dan pertolongan Allah sekaligus menjadi pengemban dakwah ideologis ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang rela melepaskan ikatan-ikatan sempit dan hanya terikat kepada Islam demi persatuan umat.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dengan ikhlas menerima seruan untuk kembali kepada hukum-hukum Allah dan melepas diri dari segala bentuk hukum thaghut. Semoga dari lisan, tenaga, harta dan jiwa kita untuk Islam akan menjadi asbab turunnya pertolonngan Allah SWT. Jika pertolongan Allah telah turun, maka tak ada satupun yang mampu menghentikannya.

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.(QS An Nashr : 1-3).

Sesungguhnya seorang muslim dengan muslim lain di penjuru dunia adalah bersaudara dan bagikan satu tubuh, maka tidak ada alasan untuk tidak bersatu. Bukankah punya Tuhan yang satu, Kitab yang satu, kiblat yang satu, Nabi yang satu, maka saatnya juga punya negara yang satu. Allah sendiri menyuruh umat Islam bersatu dan tidak bercerai berai. Apakah kita tidak malu kepada Allah jika masih enggan memenuhi seruan persatuan umat Islam sedunia ?.

(AhmadSastra,KotaHujan,26/06/20 : 23.00 WIB)

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar