JADILAH ASN YANG MENCINTAI INDONESIA KARENA ALLAH - Ahmad Sastra.com

Breaking

Sabtu, 05 September 2020

JADILAH ASN YANG MENCINTAI INDONESIA KARENA ALLAH

 



 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Isu radikalisme yang kini mulai mencuat kembali sesungguhnya adalah agenda jahat Barat atau musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam, sekaligus menghadang kebangkitan Islam. Seorang muslim yang masih terus mempropagandakan isu radikalisme adalah muslim yang buta politik internasional. Isu radikalisme adalah cara panjajah Barat agar terus bisa menjajah negeri-negeri muslim.

 

Jika telah mempropagandakan narasi radikalisme, otomatis akan menaruh curiga kepada sesame muslim. Bahkan yang paling ekstrim menjadikan Islam sebagai musuh peradaban. Narasi radikalisme di Indonesia biasanya dengan menyematkan fitnah kepada Islam sebagai agama intoleran, anti pancasila, anti NKRI dan sederet fitnah lainnya. Fitnah ini sesungguhnya ahistoris, basi, ngawur dan sentimental.

 

Namun sangat disayangkan, orang-orang yang setiap hari teriak-teriak saya pancasila, saya Indonesia ternyhata hanya kedok untuk menutupi kebusukan perilakunya sendiri. Orang-orang yang hanya teriak-teriak itu sesungguhnya sok pancasilais, buktinya banyak yang justru ketangkap basah mencuri uang rakyat. Sementara orang yang dituduh anti pancasila, justru membela pancasila ketika ada yang mau mengubah menjadi eka sila.

 

Mestinya umat Islam tidak lagi mempropagandakan narasi radikalisme ini, sebab artinya sedang menari atas gendang musuh-musuh Islam. Isu radikalisme inilah yang justru digaungkan Barat untuk menghancurkan Islam. sementara kerusakan negeri ini bukan karena Islam, namun justru karena demokrasi sekuler liberal yang telah lama tertanam di negeri ini. Negeri ini rusak juga karena ideologi komunisme ateis yang kini ada usaha untuk kembali.

 

Sebagai umat beragama mestinya menyadari akan pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan Allah kepada negeri ini. Negeri ini merdeka atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Maka, semestinya seluruh rakyat di negeri ini menjadi masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, sebagai Pencipta manusia dan Pemilik Indonesia.

 

Perhatikan firman Allah : dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS Adz Dzariyat : 56).

 

Maka seorang muslim harus menyadari sepenuhnya bahwa asal muasal manusia adalah diciptakan oleh Allah, tugas hidup di dunia adalah untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah, serta kelak setelah mati akan kembali kepada Allah. Akhirat adalah ujung perjalanan kehidupan manusia, apakah akan berakhir di surga atau berakhir di neraka.

 

Mencintai agama ini adalah mencintai Indonesia. Sebab Islam adalah datangnya dari Allah, sementara Indonesia adalah milik Allah. Memisahkan Islam dan Indonesia justru justru merupakan kedunguan nyata. Mestinya seorang muslim mencintai Indonesia karena Allah, yakni dengan terus menjadi pengabdi Allah, baik secara pribadi, kelompok, masyarakat, maupun negara. Mestinya negeri ini adalah negeri yang tunduk dan patuh kepada Allah semata dan membuang jauh aturan-aturan buatan manusia dan bahkan buatan penjajah.

 

Menjadi aparat sipil negara (ASN), bagi seorang muslim hukumnya boleh-boleh saja. Yang tidak boleh adalah menjadi pengabdi sesama manusia. Islam hadir justru untuk membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menjadi menghamba kepada Allah. Maka, jika mau menjadi ASN, jadilah ASN yang mengabdi kepada Allah dan mencintai negeri ini karena Allah.

 

Sebab penguasa negeri hanyalah sebentar, jadilah penguasa yang amanah menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Apalah arti menjadi ASN kalau harus mengkhianati Allah, Tuhan Sang Pemilik Indonesia dan jagad raya. Jadilah pengabdi Allah, sebab Allah kekal selamanya. Allah lah pemilik surga dan neraka, tempat kembalinya manusia menuju ‘keabadian’.

 

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. (QS Ali Imran : 102)

 

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali Imran : 109-110).

 

Menyematkan kata radikal kepada ASN adalah preseden buruk bagi bangsa ini. Sebab isu radikal sendiri adalah terminologi Barat kafir untuk menyerang Islam. sementara mayoritas negeri ini adalah muslim, dimana memahami Islam memang harus dari akarnya serta menjalankan seluruh ajaran Islam secara kaffah. Ini adalah perintah Allah.

 

Sementara ideologi kapitalisme sekuler liberal justru selalu berusaha memisahkan antara agama dengan negara. Para anteknya tersebar di seluruh penjuru dunia yang selalu menjadikan Islam sebagai musuh negara. Padahal sekali lagi, bumi ini milik Allah, Indonesia ini milik Allah. Lebih parah lagi adalah ideologi komunisme ateis yang justru menjadikan materi sebagai tuhan, sementara Tuhan pencipta alam semesta dianggap tidak ada.

 

Islam adalah agama benar dan sempurna yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Islam adalah agama solusi dari hal yang kecil hingga hal besar, dari doa masuk toilet hingga bagaimana membangun peradaban. Islam adalah solusi bagi problem individu, sosial hingga negara bahkan dunia. Islam adalah kebaikan bagi semua makhluk, baik hewan maupun manusia.

 

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS Ali Imran : 19)

 

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Maidah : 3)

 

Jadi melarang ASN untuk memiliki pemahaman Islam kaffah adalah kesalahan besar dan ahistoris. Melarang ASN untuk menjadi pengabdi Allah yang sempurna adalah upaya sekulerisasi yang justru akan menghancurkan negeri ini. Sebab jika negeri ini tidak diisi oleh ASN yang beriman dan bertaqwa, justru negeri ini akan diisi oleh para maling dan garong yang menjual negeri ini kepada penjajah kafir asing dan aseng.  

 

Melarang ASN untuk memiliki pemahaman Islam kaffah adalah bentuk ketidaksyukuran bangsa ini. Tidak bersyukur artinya kufur nikmat. Kufur nikmat justru akan mendatangkan azab dari Allah. Mengingkari perintah Allah justru akan mendatangkan kesempitan hidup di negeri ini.

 

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim : 7)

 

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta". (QS Thahaa : 124).

 

Maka, jadilah ASN yang mencintai Indonesia karena Allah dengan mentaati sepenuhnya kepada Allah dan menjadikan aturan Allah sebagai solusi sempurn atas segala masalah negeri ini. Kembalikan Indonesia kepada pemiliknya, yakni Allah SWT. Jadikan hukum Allah sebagai sumber kebaikan bagi negeri ini. Buang segala aturan yang datang dari manusia dan bahkan penjajah. Sebab Indonesia akan berkah, jika masyarakatnya beriman dan bertaqwa.

 

Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS Al A’raf : 96).

 

(AhmadSastra,KotaHujan,05/09/20 : 07.20 WIB)

 

 

 

 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar