MASA DEPAN MILIK ISLAM - Ahmad Sastra.com

Breaking

Sabtu, 03 Oktober 2020

MASA DEPAN MILIK ISLAM



 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Allah swt. sebagai Pencipta alam semesta dan segala isinya, tidak mungkin mencelakakan ciptaan-Nya. Dalam berbagai ayat disebutkan bahwa Allah rabbul aalamiin. Imam Ibnul Jawzi dalam tafsirnya Zaadul Masiir mengatakan bahwa kata “ar-Rab” mengandung tiga makna: (a) pemilik seperti dikatakan rabbud daar (pemilik rumah) (a) pemelihara seperti dikatakan rabbusy syai’ (pemelihara sesuatu) (c) tuan yang ditaati, seperti dikatakan dalam ayat: fayasqi rabbahu khamra (maka ia memberi tuannya minuman khamer).

 

Semua makna ini menunjukkan betapa Allah swt. akan menjaga kelestarian ciptaan-Nya sampai pada saat yang Dia tentukan. Dan untuk mewujudkan kelestarian ini, Allah telah meletakkan hukum atau sistem mengatur perjalanan segala wujud di alam semesta, dan jalan hidup manusia.

 

Sebagaimana sejarah telah membuktikan, bahwa jika umat Islam konsisten dengan ajarannya, masa depan dunia ini adalah milik Islam. Peradaban emas masa lalu dengan tegaknya khilafah Islam adalah bukti bahwa peradaban milik Islam selama umat Islam berpegang teguh kepada syariah Allah dan meninggalkan seluruh sistem kufur, seperti kapitalisme dan komunisme. Islam adalah spiritual dan peradaban yang maju sekaligus mulia.


Harian Umum Republika pernah mengutip ucapan seorang Uskup Kristen Ortodoks Rusia, Dimitri Smirnov yang mengatakan bahwa masa depan berada ditangan umat Islam bukan umat Kristen. Kesimpulan ini didapatnya ketika mendengar cerita seorang jamaatnya yang berusia tua. Perempuan itu mengatakan pengemudi yang beragama Islam tak pernah meminta uang saat mengantarkan dirinya ke gereja. Sementara, pengemudi yang beragama Kristen justru minta uang.


"Seorang anak tidak mengambil uang dari ibunya, apalagi ketika ibunya pergi ke gereja untuk berdoa," kata dia, seperti dilansir worldbulettin.com, Selasa (10/9). Jadi, kata dia, seorang Muslim membawa perempuan itu menuju gereja untuk lebih dekat dengan Yesus, tapi tidak dengan seorang Kristen.


"Ini memperlihatkan pengemudi Kristen tidak memiliki belas kasih atau kebaikan dalam hatinya," ucap dia. Uskup mengatakan seorang Muslim tidak mau memanfaatkan kondisi seorang perempuan tua. Sebaliknya, menawarkan perempuan itu ke tempat yang dituju tanpa meminta imbalan. "Untuk alasan ini, masa depan akan menjadi milik umat Islam. Masa depan milik mereka," kata dia.

 

Kisah diatas hanyalah setitik ajaran Islam yang sangat mulia, belum lagi bicara soal peradaban mulia dalam Islam yang mampu menebarkan rahmat bagi alam semesta. visi ibadah seorang muslim selama hidup di dunia telah melahirkan adab mulia, sementara selain Islam setiap langkah hidup di dunia hanya berorientasi untuk mendapatkan materi duniawi semata.

 

Kini, Islam menjadi agama dengan jumlah penganut terbanyak kedua di Eropa setelah Kristen. Jumlahnya mencapai 45 juta orang. Ada tiga negara di Eropa dengan penduduk mayoritas Muslim yakni Kosovo (90 persen Muslim), Republik Albania (80 persen), dan Bosnia Herzegovina (55 persen). 

 

Sementara di Eropa Barat, Perancis menjadi negara dengan pen duduk Muslim terbesar. Jumlah Muslim di negeri itu mendekati lima juta jiwa. Disusul oleh Jerman yang memiliki warga Muslim sebanyak empat juta jiwa. Sebagian besar dari mereka berasal dari Turki. Populasi Muslim di Inggris juga tergolong besar, yakni sekitar tiga juta dan telah memiliki pengaruh dalam sektor politik, ekonomi, budaya, dan media. 

 

Jumlah Muslim di Belanda mencapai satu juta jiwa atau enam persen dari total penduduk. Sementara persentase Muslim di ibu kota Belanda, Amsterdam, mencapai 25 persen, setara dengan jumlah Muslim di Kota Marseille, Prancis dan Malmo, Swedia. Ketika populasi Muslim di banyak negara Eropa terus bertambah, tak demikian halnya dengan Yunani dan Slovenia. Dua negara ini paling tidak apresiatif terhadap Islam. Bahkan, hingga saat ini, belum ada satu pun masjid resmi di Yunani. 

 

Diyakin, jumlah umat Islam di Eropa terutama Eropa Barat akan terus tumbuh. Selain derasnya arus imigran, pe ningkatan populasi Muslim juga didorong oleh kian banyaknya jum lah mualaf dari kalangan orang Eropa sendiri. Prediksi dan fakta itu tentu membesarkan hati. Meski tak dapat dimungkiri, masih banyak tantangan menghadang. 

 

Sungguh bukan hal mustahil bahwa Eropa akan menjadi salah satu pusat perkembangan Islam di masa depan. Banyak tesis, laporan dan tulisan ilmiah yang menyatakan hal itu. 

 

Pada 2030 mendatang, diprediksi bakal ada 10 negara Eropa yang memiliki populasi Muslim di atas 10 persen. Sementara Rusia diyakini akan menjadi negara berpenduduk Muslim terbesar di Eropa. Pada 2010, populasi Muslim di Rusia mencapai 16,4 juta, maka pada 2030 mendatang akan meroket menjadi 18,6 juta. (sumber Republika).

 

Umat Islam selain harus yakin akan kebenaran Islam, juga harus terus mendakwahkan serta memperjuangkan agak kembali tegak menguasai dunia. Sebab Allah telah berjanji bahwa Islam adalah masa depan dunia, selama umat Islam teguh memegang syariah Islam dengan penuh keimanan dan ketaqwaan.

 

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. (QS An Nuur : 55)

 

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796))

 

“Sesungguhnya Allah SWT telah mengumpulkan (dan menyerahkan) bumi kepadaku sehingga aku bisa menyaksikan timur dan baratnya. Sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah dikumpulkan dan diserahkan kepadaku darinya, dan aku dianugerahi dua pembendaharaan yakni merah (emas) dan putih (perak).” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, al-Tirmidzi)

 

Al Hafizh al-Nawawi al-Syafi’i (w. 676 H) menjelaskan bahwa di dalam hadits ini terdapat isyarat bahwa kekuasaan umat ini akan membentang ‎‎(membesar) sebagian besarnya dari arah Timur dan Barat, inilah yang telah terjadi. Adapun dari arah Selatan dan Utara maka itu lebih kecil jika dibandingkan dengan arah Timur dan Barat. Dalam hal ini, maksud di balik kalimat “Timur dan Barat” adalah bahasa kiasan dari keseluruhan penjuru bumi mencakup Timur, Barat, Utara dan Selatan, ini merupakan penyebutan sebagian (dzikr al-juz’i) namun yang dimaksud adalah keseluruhannya (irâdat al-kull), dipilih diksi “Timur dan Barat” karena diksi ini mewakili cakupan keseluruhan penjuru bumi, cakupannya lebih panjang daripada garis Utara – Selatan.

 

(AhmadSastra,KotaHujan,03/10/20 : 10.45 WIB)

 

 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar