NARASI TERORISME : ANTARA KEBODOHAN DAN KEJAHATAN - Ahmad Sastra.com

Breaking

Jumat, 02 April 2021

NARASI TERORISME : ANTARA KEBODOHAN DAN KEJAHATAN



 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Narasi terorisme yang makin berkembang selalu dikaitkan dengan jihad dalam Islam. Padahal antara jihad dan terorisme itu seperti langit dan bumi. Jihad sebagai ajaran Islam, sementara terorisme justru dilarang dalam Islam, karena bukan bagian dari ajaran Islam.

 

Sementara bunuh diri adalah perilaku yang sangat diharamkan oleh Islam. Jika ada orang yang melakukan bom bunuh diri dengan mengatasnamakan jihad, maka selain sebagai sebuah kebodohan juga merupakan kejahatan sekaligus. Keduanya dilarang oleh Islam.

 

Dalam Agama Islam, bunuh diri merupakan tindakan terlarang yang sangat dibenci Allah.   Ancaman dosanya pun tidak tanggung-tanggung dan begitu mengerikan. Bahkan dalam hadist dijelaskan bahwa pelaku bunuh diri akan kekal mendekam di neraka jahanam.  Dalam agama Islam, bunuh diri dengan alasan apapun adalah haram. Orang yang melakukan perbuatan ini terancam akan mendapatkan dosa yang sangat besar.

 

Allah SWT melarang umatnya untuk melakukan pembunuhan ataupun bunuh diri. Bagi mereka yang melanggarnya akan diancam dengan neraka dan ia akan kekal di dalamnya. Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. [QS. An-Nisa' ayat 29]


Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." [QS. An-Nisa' ayat 30]. Siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati maka di neraka jahanam dia akan menjatuhkan dirinya, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang menegak racun sampai mati, maka racun itu akan diberikan di tangannya, kemudian dia minum di neraka jahanam, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam maka senjata itu akan diberikan di tangannya kemudian dia tusuk perutnya di neraka jahanam, kekal selamanya." [HR. Bukhari 5778 dan Muslim 109]

 

Ternyata orang melakukan bunuh diri itu akan mengalami tiga penderitaan, yakni penderitaan di dunia yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tersebut, penderitaan menjelang kematiannya serta penderitaan kekal di akhirat kelak. Bermacam orang melakukan bunuh diri seperti meminum racun, gantung diri, menusuk diri, menembak diri, membakar diri, bom bunuh diri, terjun dari ketinggian dan sebagainya. Semuanya diharamkan Islam dan akan mendapatkan siksa pedih dari Allah.

 

Jika bom bunuh diri diatasnamakan jihad yang dilakukan di Indonesia yang tidak memiliki basis argumen dan dalil syariah, maka hal ini merupakan kejahatan yang sekaligus menfitnah Islam. Karena itu, bom bunuh diri dengan mengatasnamakan jihad adalah gabungan antara kebodohan dan kejahatan sekaligus.

 

Terlebih jika ada orang yang justru sengaja menebar narasi dan framing jahat bahwa Islam adalah agama radikal yang melahirkan terorisme, maka bukan hanya bodoh dan jahat, namun juga upaya untuk merusak Islam. Awal narasi radikalisme dan terorisme ini dimulai dari runtuhnya gedung kembar di Amerika yang kabarnya dilakukan oleh Usamah bin Laden. Namun data-data justru menujukkan sebaliknya, bahwa gedung itu hancur bukan karena narasi terorisme yang dibangun.

 

Artinya narasi terorisme ini sesungguhnya upaya Barat untuk menyerang Islam. Barat tidak rela atas kebangkitan Islam. Berbagai laporan dan penyelidikan pasca pengebomana gedung kembar, justru diduga sebagai sebuah setingan. Tujuannya jelas politis, yakni untuk membangun narasi dan framing bahwa Islam adalah agama radikal yang menjadi benih-benih terorisme. Padahal siapa yang sesungguhnya teroris ?.

 

Nah oleh sebab itu, bagi umat Islam seluruhnya, meski memiliki pemahaman yang mendalam atas ajaran Islam, sehingga tidak dimanfaatkan oleh para penjahat untuk melakukan berbagai tindakan yang justru akan merusak Islam itu sendiri. Umat Islam juga harus paham bahwa terorisme itu merupakan bagian dari ghowul fikr untuk menyerang Islam. Slogan war on radicalism pada intinya adalah war on Islam.

 

Benar apa yang diungkapkan oleh Jhon Pilgers, Jurnalis Australia bahwa korban terbesar terorisme adalah umat Islam. Hakikatnya tak ada perang terhadap terorisme, yang ada adalah perang menggunakan alasan terorisme. Jhon Pilgers adalah seorang jurnalis terkemuka dunia berkebangsaan Australia yang bekerja di Inggris. Dari berbagai pengalaman dan menjadi saksi hidup pada berbagai peristiwa yang ia liput, membangkitkan semangat dasar nurani John Pilgers untuk membongkar segala ketidakadilan terutama yang dilakukan oleh Amerika dan sekutunya.

 

Nah oleh karena itu, berbagai peristiwa terorisme di negeri ini tentu saja tidak berdiri sendiri, namun banyak pazel-pazel yang pada ujungnya adalah upaya stigmatisasi atas Islam, melalui proses infiltrasi dan radikalisasi. Jadi masih percaya narasi terorisme ?

 

(AhmadSastra,KotaHujan,02/04/21 : 16.40 WIB)

   

 

 

 

 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar