BOP : BROKER OF POLITICS



 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Dalam artikel ini, istilah BOP tidak dimaknai sebagai Board of Peace sebagaimana diklaim oleh penggagasnya, melainkan digunakan secara kritis sebagai Broker of Politics. Pemaknaan ini dimaksudkan untuk menekankan fungsi nyata BOP dalam praktik geopolitik global, yakni sebagai mekanisme perantara kepentingan politik negara adidaya, khususnya Amerika Serikat dalam mengatur, menekan, dan mengarahkan kebijakan luar negeri negara-negara lain.

 

Dalam kajian hubungan internasional kritis, praktik semacam ini lazim dipahami sebagai bentuk hegemonic brokerage, yaitu penggunaan forum multilateral untuk melanggengkan dominasi satu kekuatan atas aktor-aktor yang lebih lemah (Cox, 1981; Mearsheimer, 2018).

 

Sebagai Broker of Politics, BOP tidak beroperasi dalam posisi netral sebagaimana konsep ideal perdamaian internasional, melainkan berfungsi sebagai instrumen mediasi kepentingan geopolitik Amerika. Struktur pengambilan keputusan yang menempatkan otoritas utama di tangan satu negara menunjukkan adanya relasi kuasa yang timpang.

 

Dalam terminologi Gramscian, ini merupakan bentuk hegemoni modern, di mana dominasi tidak selalu dijalankan melalui paksaan langsung, tetapi melalui konsensus semu yang dibangun lewat institusi dan bahasa “perdamaian” (Gramsci, 1971).

 

Pemaknaan BOP sebagai Broker of Politics juga relevan ketika dikaitkan dengan posisi Amerika Serikat sebagai pendukung utama Israel dalam konflik Palestina. Berbagai laporan lembaga internasional dan kajian akademik menunjukkan bahwa Amerika secara konsisten memberikan dukungan politik, militer, dan diplomatik terhadap Israel, termasuk dengan menggunakan hak veto di Dewan Keamanan PBB untuk melindungi Israel dari sanksi internasional (Chomsky, 1999; Pappé, 2014).

 

Dalam konteks ini, klaim BOP sebagai forum perdamaian menjadi problematis, karena aktor utamanya terlibat langsung dalam konflik dan kejahatan kemanusiaan yang sedang berlangsung.

 

Dari perspektif politik Islam, keterlibatan negara-negara muslim dalam BOP sebagai Broker of Politics menimbulkan persoalan normatif yang serius. Islam menolak dominasi politik non-Muslim atas kaum Muslimin, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an: “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang mukmin” (QS. an-Nisā’ [4]: 141).

 

Ayat ini dipahami oleh banyak ulama sebagai prinsip penolakan terhadap ketundukan struktural umat Islam dalam sistem politik global yang dikendalikan pihak asing (Kamali, 2008; An-Nabhani, 2003).

 

Dengan demikian, penggunaan istilah BOP: Broker of Politics dalam artikel ini bukan sekadar permainan bahasa, melainkan kerangka analitis untuk membongkar fungsi ideologis dan politik dari forum tersebut.

 

Ia membantu menjelaskan bagaimana wacana “perdamaian” sering kali digunakan sebagai selubung bagi praktik dominasi, serta bagaimana negara-negara lemah, termasuk banyak negeri muslim, direduksi menjadi objek negosiasi kepentingan global, bukan subjek yang berdaulat.

 

Dalam konteks ini, kritik terhadap BOP bukanlah penolakan terhadap perdamaian, melainkan penolakan terhadap perdamaian semu yang dibangun di atas ketidakadilan struktural dari arogansi Amerika. Sayangnya negeri-negeri muslim atau ormas Islam tak berpikir sampai disini.

 

Referensi

 

An-Nabhani, T. (2003). Nizham al-hukm fi al-Islam. Beirut: Dar al-Ummah.

Chomsky, N. (1999). The new military humanism: Lessons from Kosovo. London: Pluto Press.

Cox, R. W. (1981). Social forces, states and world orders: Beyond international relations theory. Millennium: Journal of International Studies, 10(2), 126–155.

Gramsci, A. (1971). Selections from the prison notebooks (Q. Hoare & G. Nowell Smith, Eds.). New York: International Publishers.

Kamali, M. H. (2008). Shari‘ah law: An introduction. Oxford: Oneworld Publications.

Mearsheimer, J. J. (2018). The great delusion: Liberal dreams and international realities. New Haven: Yale University Press.

Pappé, I. (2014). Gaza in crisis: Reflections on Israel’s war against the Palestinians. Chicago: Haymarket Books.

 

(Ahmad Sastra, Kota Hujan, No.1255/04/02/26 : 12.57 : 12.57 WIB) 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad