[29] Madrasah Jiwa KEMBALI KEPADA ALLAH, KEMBALI KEPADA DIRI YANG SEJATI



 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Ramadhan adalah perjalanan pulang. Pulang bukan sekadar kembali ke rutinitas ibadah, tetapi kembali kepada Allah dan kepada diri yang sejati—fitrah yang bersih, hati yang lembut, dan jiwa yang sadar akan tujuan hidupnya.

 

Dalam kesibukan dunia, manusia sering kehilangan arah dan terasing dari dirinya sendiri. Ramadhan hadir sebagai panggilan untuk kembali. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai-Nya” (QS. al-Fajr: 27–28).

 

Ayat ini menggambarkan puncak perjalanan ruhani: jiwa yang menemukan ketenangan karena kembali kepada Allah. Ramadhan melatih hati menuju keadaan itu melalui taubat, dzikir, dan pengendalian diri. Setiap lapar yang ditahan, setiap doa yang dipanjatkan, adalah langkah kecil menuju kepulangan tersebut.

 

Rasulullah ï·º menegaskan bahwa setiap manusia memiliki fitrah yang suci. Dalam hadis riwayat Sahih Muslim disebutkan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.  Namun perjalanan hidup sering menodai kejernihan itu dengan dosa, kelalaian, dan ambisi berlebihan. Ramadhan menjadi momen pembersihan—mengikis noda yang menutupi cahaya hati agar fitrah itu kembali bersinar.

 

Kembali kepada Allah juga berarti kembali kepada nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, dan kasih sayang. Ketika seseorang memperbaiki shalatnya, menjaga lisannya, dan memperbanyak istighfar, sesungguhnya ia sedang memperbaiki dirinya sendiri.

 

Ibadah bukan hanya kewajiban formal, tetapi proses restorasi jiwa. Dalam kesunyian malam Ramadhan, seorang hamba menemukan dialog paling jujur dengan Tuhannya—mengakui kelemahan dan memohon kekuatan untuk menjadi lebih baik.

 

Sering kali manusia mencari jati diri di luar dirinya: dalam pengakuan sosial, pencapaian materi, atau pujian manusia. Padahal diri yang sejati ditemukan dalam kedekatan dengan Allah. Ketika hati terhubung dengan-Nya, kegelisahan berkurang, arah hidup menjadi jelas, dan tujuan akhirat kembali menjadi prioritas.

 

Ramadhan adalah undangan untuk pulang—sebuah panggilan halus yang mengetuk kesadaran terdalam manusia. Pulang dari kelalaian yang membuat hati kering menuju kesadaran yang menghidupkan jiwa.

 

Dalam kesibukan dunia yang tak pernah berhenti, manusia sering terseret arus rutinitas hingga lupa hakikat dirinya sebagai hamba. Ramadhan hadir sebagai jeda suci, mengajak kita berhenti sejenak, menengok ke dalam, dan menyadari bahwa hidup bukan sekadar mengejar dunia, tetapi perjalanan kembali kepada Allah.

 

Pulang juga berarti meninggalkan kesombongan yang selama ini diam-diam bersemayam dalam diri. Kesombongan atas ilmu, harta, jabatan, bahkan amal ibadah. Di bulan ini, semua dilatih untuk merendah—melalui lapar yang menyadarkan keterbatasan, melalui ibadah yang menumbuhkan ketundukan, dan melalui doa yang melatih ketergantungan hanya kepada-Nya.

 

Dari kegelisahan yang sering menghantui, Ramadhan menuntun menuju ketenangan; karena hati yang dekat dengan Allah akan menemukan damai yang tidak dapat diberikan oleh dunia.

 

Siapa yang benar-benar menjawab undangan pulang ini, ia tidak hanya berubah sementara, tetapi menemukan dirinya yang sejati. Ia kembali dengan jiwa yang lebih jernih, hati yang lebih hidup, dan iman yang lebih matang.

 

Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan titik balik—tempat manusia memulai lagi kehidupannya dengan arah yang lebih benar. Dari sinilah lahir pribadi yang lebih kuat, lebih sabar, dan lebih tulus dalam menjalani hidup sebagai hamba sekaligus khalifah di muka bumi.

 

(Ahmad Sastra, Kota Hujan, No.1304/17/03/26 : 14.00 WIB)

 

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad