ABORSI IDEOLOGI - Ahmad Sastra.com

Breaking

Selasa, 21 Januari 2020

ABORSI IDEOLOGI



Oleh : Ahmad Sastra

Orang-orang kafir itu membuat makar/tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya [QS Ali Imran : 54]

Semenjak ideologi Islam diruntuhkan oleh Attaturk sang pengkhianat agama pada tahun 1924 dari Turki Ustmani, maka bukan berarti ideologi Islam itu mati. Daulahnya runtuh, tapi pemikiran ideologi Islam itu terus bersemi di bawah penindasan ideologi jahiliah kapitalisme dan komunisme.

Perlahan tapi pasti, janin ideologi Islam terus menggeliat menampakkan sebuah kehidupan di dalam janin hati dan pikiran kaum muslimin di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Berbagai rentetan aksi bela Islam sebagai bentuk perlawanan atas hegemoni ideologi jahiliah modern menandakan janin itu telah ditiupkan ruh.

Geliat janin ideologi Islam telah berhasil menarik memori para penganut ideologi jahiliah sekulerisme dan atheisme. Usaha-usaha jahat terus dilancarkan untuk menangkap sang ibu yang sedang hamil untuk mengaborsi paksa sang janin.

Mosterisasi ajaran Islam, penistaan atas agama, kriminalisasi ulama dan mosterisasi ajaran khilafah serta penangkapan para aktivis dahwah adalah berbagai gaya ideologi jahiliah untuk mengaborsi janin kebangkitan ideologi Islam.

Perppu adalah salah satu alat untuk mengaborsi paksa janin ideologi Islam, sebab jika terlanjur lahir, maka khilafah akan tegak kembali menumpas segala kebatilan dan kezoliman ideologi jahiliah. Kaum penyembah ideologi jahiliah mengalami gangguan kejiwaan berupa Islamphobia yang mengakibatkan perilakunya tak terkendali.

Perilaku emosional, irasional hingga abnormal menjangkiti kaum penyembah ideologi jahiliah sekulerisme dan komunisme. Segala macam kekuatan dari uang hingga kekuasaan digunakan untuk mengaborsi sang janin. Meski menghadapi janin yang belum lahir, namun kaum pembangkang agama itu telah mengerahkan semua kekuatannya, hingga tak tersisa.

Lahirnya tidaknya janin ideologi Islam menjadi khilafah bukan karena diterima atau ditolak, namun telah menjadi takdir sejarah yang telah Allah gariskan. Mengaborsi dan menghalangi tegaknya ideologi Islam kaffah seperti menghalangi terbitnya matahari. Tak mungkin ini dilakukan, sebab terbit dan tidaknya matahari adalah ketentuan dari Allah semata.

Jika oleh penguasa pengesahan perppu ormas diniatkan untuk menghadang laju dakwah dan perjuangan Islam, maka selain usahanya sia-sia, penguasa harus siap berhadapan dengan pengadilan Allah di akherat kelak. Hanya kaum kafir dan munafiklah yang menghalangi dakwah Islam, jika diajak tunduk kepada Allah, mereka malah membangkang.

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya [QS An Nisaa : 60]

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu [An Nisa’ : 61]

[AhmadSastra,Jakarta, 24/10/17 : 14.00 WIB]

ABORSI _________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar