MESKI DIDERA FITNAH, TERUSLAH DI JALAN DAKWAH - Ahmad Sastra.com

Breaking

Rabu, 29 Januari 2020

MESKI DIDERA FITNAH, TERUSLAH DI JALAN DAKWAH



Oleh : Ahmad Sastra

Seolah tak puas dengan sekedar pencabutan BHP, kini HTI terus difitnah dan diframing oleh para cecunguk demokrasi. Padahal dengan melancarkan fitnah, HTI mendapt iklan gratis dan makin dicintai umat. Sementara fitnah adalah perilaku jahat yang lebih kejam dari pembunuh. Terlebih jika menfitnah HTI sebagai cara untuk mendapatkan imbalan seonggok nasi basi, betapa hinanya manusia model seperti ini.

Orang yang sengaja menfitnah HTI, biasanya secara psikologi mengalami abnormal. Sebab jika dia kafir, maka sudah jelas jawabnya. Namun, jika muslim, bukankah dia tahu bahwa menfitnah itu perbuatan keji yang dimurkai Allah. Apakah normal jika ada orang yang justru bangga telah menfitnah saudaranya ?.

Dalam sejarah, gerombolan kafir dan munafik selalu melakukan kerjasama untuk menghalangi dakwah perjuangan Islam. Seluruh Nabi dan Rasul selalu dihadapkan dengan musuh-musuhnya dari kalangan gerombolan kafir, munafik dan musyrik. Bahkan hingga hari kiamat, musuh-musuh Islam akan terus berusaha memadamkan cahaya Allah.

Dalam setiap sejarah perjuangan Islam, maka disaat yang sama akan dihadapkan atasnya musuh-musuh yang terus mengganggunya. Bahkan setiap Nabi dan Rasul itu selalu dihadapkan dengan musuh pada zamannya. Tidak ada Nabi dan Rasul yang terbebas dari manusia-manusia durjana yang memusuhi para utusan Allah ini.

Dan demikianlah, Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkara-perkara yang indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan (QS Al An’am : 112).

Musuh Nabi kebanyakan dari kalangan orang kafir. Nabi Musa memiliki musuh fir’aun. Nabi Ibrahim memiliki musuh namrud. Rasulullah memiliki musuh abu jahal dan abu lahab. Meskipun Islam tidak mengajarkan permusuhan,bahkan menebarkan perdamaian, namun inilah konsekuensi dakwah dan perjuangan Islam. Allah mengingatkan kaum muslimin atas musuh-musuh agama ini.

Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang- orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai Pelindung. (QS Al Ahzab : 48)

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu Lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS Annisa : 61).

Yang namanya fitnah itu lebih jahat dari sekedar hoax. Fitnah terhadap HTI kian genjar dilancarkan oleh para pembenci Islam, baik terang-terangan, maupun secara tersembunyi, baik langsung oleh sang pembenci Islam, maupun oleh para jongosnya. Namun, dengan semakin difitnah, hal itu menandakan bahwa musuh-musuh Islam masih mengakui eksistensi HTI. Sebab jika dianggap sudah taka da, maka tidak akan pernah diributkan seperti sekarang ini.

Militansi kader-kader HTI sudah sangat teruji. Fitnah murahan apapun tak akan pernah menggeser sedikitpun langkah kader-kader HTI dalam dakwah dan perjuangan menyadarkan umat akan kebenaran Islam. Fitnah murahan justru semakin meyakinkan langkah kader HTI dalam berjuang.

Bagaimana tidak murahan, saking dungunya para pemfitnah, apapun masalah di negeri ini selalu dikaitkan dengan HTI. Bahkan untuk hal-hal yang mustahilpun dikaitkan dengan HTI. Dulu ada ISIS juga dikaitkan dengan HT, padahal HT adalah organisasi pertama di dunia yang menolak ISIS. Sebab HTI bekerja di wilayah gagasan dan pemikiran, jadi bisa dengan mudah menganalisanya.

Jika ada orang tiba-tiba mengkaitkan ISIS dengan HTI, maka selain kurang piknik juga kurang pengetahuan. Lebih hina lagi jika sengaja mengkaitkan karena dibayar. Bahkan saat ada orang mengkaitkan kerajaan-kerajaan palsu yang akhir-akhir ini bermunculan dengan HTI, justru akhirnya kena batunya.

Menyamakan kerajaan palsu dengan khilafah adalah kedangkalan intelektual yang tak terbayangkan sebelumnya. Mengapa orang-orang yang memuja rezim, intelektualnya langsung ambyaar. Bisa jadi karena mereka telah terpapar virus al wahn, cinta dunia dan takut mati.

Padahal faktanya, manusia-manusia yang hobbynya memfitnah HTI, kini justru sedang mendekam di jeruji besi karena terjerat virus korupsi. Mereka menuduh HTI sebagai ormas radikal sambil teriak-teriak Pancasila dan NKRI harga mati. Tak tahunya mereka tak lebih dari gerombolan maling yang memakai topeng Pancasila.

Ada juga diantara orang yang kerjanya memfitnah HTI, ternyata segerombolan pengemis lapar yang sedang mencari makan. Tanpa ilmu dan data, mulut mereka menghamburkan segara tuduhan keji dan fitnah hanya demi mendapatkan seonggok nasi basi.

Sebenarnya HTI adalah ormas yang selalu terbuka untuk berdialog dan berdiskusi dengan siapapun. Kitab-kitab yang dijadikan pegangan aktivis HTI juga tersebar luas di took-toko buku. HTI bukan ormas yang bersembunyi dan berpura-pura. Mestinya malu memfitnah HTI, sebab akan ditertawakan oleh masyarakat.

HTI itu ormas Islam yang sangat terbuka, bersedia berdialog dengan siapa saja. Maka, jika sekiranya ada hal yang perlu disampaikan, tinggal dikomunikasikan, pasti akan diterima dengan baik. HTI sebenarnya hanya menawarkan gagasan dan solusi Islam bagi persoalan negeri ini.

Mestinya gagasan dianalisa dengan gagasan juga, bukan malah mempersekusi, apalagi menggunakan kekuasaan. Dulu HTI selalu dibully karena jumlahnya hanya sedikit, tapi mengapa ditakuti. Dulu HTI dianggap sedang mimpi, lantas sejak kapan mimpi ditakuti. Mestinya para pemfitnah HTI malu, itupun jika masih punya rasa malu.

Sementara demokrasi, ideologi setan yang jelas-jelas telah menghancur-leburkan bangsa ini malah disembah dan dipuja setinggi langit. Bagaimana mungkin seorang muslim justru menolak penerapan Islam, tapi justru menerima ideologi setan. Bahkan ada yang bilang, jika malaikat masuk ke sistem Indonesia (demokrasi), maka akan jadi iblis. Nah loh…..

Tidak ada istilah rugi dalam kamus perjuangan, jadikan dakwah sebagai poros hidup kita. Meski terus didera fitnah, jangan pernah lelah, teruslah berdakwah. Jika lillah, maka lelahnya dakwah akan membawa kemenangan dan berkah. Insyaallah.

(AhmadSastra,KotaHujan,29/01/20 : 16.00 WIB)

__________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar