SOAL JILBAB SEJAK DINI, KALIAN GAK USAH IKUT CAMPUR URUSAN AGAMA KAMI - Ahmad Sastra.com

Breaking

Minggu, 27 September 2020

SOAL JILBAB SEJAK DINI, KALIAN GAK USAH IKUT CAMPUR URUSAN AGAMA KAMI



 

Oleh : Ahmad Sastra

 

Beberapa hari ini ada segelintir orang yang sok paham agama ikut campur urusan agama orang lain. Kaum muslimin punya agama Islam yang mengatur segala urusan, dari persoalan akidah, muamalah dan syariah. Islam agama sempurna yang menjelaskan dengan sempurna dari mulai cara berpakaian hingga cara mendirikan negara.

 

Beragama dan meyakini ajarannya adalah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi negara ini. ikut campur urusan agama orang lain adalah melanggar hak asasi manusia. Orang yang tak jelas agamanya tidak berhak ikut campur urusan agama orang lain. Maka, jika ada orang ikut campur urusan syariah agama Islam, maka itu melanggar hak asasi manusia.

 

Urusan agama adalah hubungan seorang hamba kepada TuhanNya. Dalam Islam seluruh perbuatan manusia ditimbang oleh hukum-hukum seperti wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Sebagaimana sholat lima waktu, menutup aurat adalah sebuah kewajiban yang datang dari Allah. Untuk muslimah, memakai jilbab adalah kewajiban dari Allah.  Ada beberapa ayat berikut yang menunjukkan akan hal ini :

 

Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Ahzab : 59)

 

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS Al-A’raf :26)

 

Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS An-Nur : 31).

 

Sebagai umat Islam tidak boleh ikut campur ajaran agama lain yang tidak mewajibkan menutup aurat, sebab itu telah menjadi keyakinan mereka sesuai ajaran agamanya masing-masing. Begitupun umat agama lain tidak berhak ikut campur atas syariah yang telah Allah tetapkan bagi seorang perempuan. Termasuk mengajarkan memakai jilbab sejak usia dini adalah hak setiap umat Islam kepada anak-anaknya yang perempuan.

 

Islam dengan indah telah mengajarkan toleransi yang sempurna, sebagaimana firman Allah : Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah, untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS Al Kafirun : 1-6).

 

Nah karena itu, silahkan umat beragama menjalankan apa yang telah diyakini sesuai ajarannya masing-masing. Tidak elok jika saling mengurusi ajaran agama lain, yang tentu saja belum tentu paham tentang ajaran agama lain. Ikut campur dengan ajaran agama lain, selain hanya akan menimbulkan kegaduhan, juga termasuk melanggar hak setiap orang untuk beragama dan menjalankan ajaran agamanya.

 

(AhmadSastra,KotaHUjan,27/09/20 : 14.30 WIB)  

 

 

 

_________________________________________ Website : https://www.ahmadsastra.com Twitter : https://twitter.com/@ahmadsastra1 Facebook : https://facebook.com/sastraahmad FansPage: https://facebook.com/ahmadsastra76 Channel Telegram : https://t.me/ahmadsastraofficial Instagram : https://instagram.com/sastraahmad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar